Diduga Mengandung Timbal, Air Kali Bekasi Sudah Tak Laik Lagi

Kondisi Kali Bekasi yang menjadi air baku PDAM Tirta Patriot sejak kemarin pagi menghitam karena tercemar limbah beracun.

Kondisi Kali Bekasi yang menjadi air baku PDAM Tirta Patriot sejak kemarin pagi menghitam karena tercemar limbah beracun.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Kondisi limbah di Kali Bekasi ternyata sudah tahap memprihatinkan. Kali yang menjadi salah satu sumber air baku PDAM Tirta Patriot ternyata diduga mengandung banyak timbal atau timah hitam.

Hal itu dikemukakan Pemerhati Lingkungan Hidup, Benny Tunggul. Dia menyatakan, bahwa air dari Kali Bekasi sudah tidak laik lagi untuk dikelola perusahaan pelat merah itu. Pasalnya, timbal memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan manusia.

Dirinya menjelaskan, timbal atau timah hitam (Pb) adalah unsur kimia yang dalam sistem periodik berkala termasuk logam berat, mempunyai toksisitas yang tinggi dengan sifat bio akumulatif. Masuknya bahan pencemar itu ke dalam tubuh manusia bisa melalui berbagai cara dengan suatu proses berantai.

Unsur toksik itu, sambung Benny, dapat mudah masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan dari ikan, terhirup dari udara yang tercemar uap logam berat timbal, dan konsumsi air yang tercemar ion logam timbal terlarut.

Menurutnya, kondisi air di Kali Bekasi sudah tidak laik untuk digunakan sebagai air baku untuk konsumsi masal dengan adanya unsur kimia berupa timbal.

“Kalau sekadar Ecoli itu masih bisa lah dikasih kaporit. Tapi kalau sudah unsur timbal, itu bisa mengakibatkan cacat kan dan kerusakan organ dalam tubuh. Kaporit tidak bisa menghilangkan timbal loh,” katanya.

Dirinya menambahkan, mungkin selama ini masyarakat belum mengetahui apa sebenarnya ancaman toksisitas bahan pencemar timbal itu, atau mungkin belum pernah melihat secara langsung bagaimana gejala orang keracunan timbal.

“Perlu kita ingat bahwa logam berat timbal sekali masuk ke dalam tubuh manusia sangat sukar atau tidak bisa lagi keluar dari tu¬buh karena logam tersebut bersifat bioakumulatif atau terakumulasi secara biologis dalam jaringan tubuh. Oleh sebab itu, secara perlahan, sedikit demi sedikit logam akan terus diakumulasi dalam tubuh hingga pada akhirnya menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan tubuh,” paparnya.

(neo)



loading...

Feeds