Sinyal PDIP Merapat ke Golkar di Pilkada Kota Bekasi

Disepakatinya koalisi antar dua partai besar yaitu PDI Perjuangan dan Partai Golkar direncanakan akan mengulang kemenangan pilkada yang lalu, tepatnya pilkada 2008.

Disepakatinya koalisi antar dua partai besar yaitu PDI Perjuangan dan Partai Golkar direncanakan akan mengulang kemenangan pilkada yang lalu, tepatnya pilkada 2008.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Setelah Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi Anim Imanudin menyatakan bersedia menjadi bakal calon wakil wali kota mendampingi bakal calon wali kota dari Partai Golkar, sinyal banteng akan merapat ke beringin terus dikirim ke publik.

Yang teranyar, sayap partai PDI Perjuangan, Taruna Merah Putih menganugerahi Wali Kota Bekasi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Rahmat Effendi, didaulat sebagai Pemimpin Pancasila pada Kirab Kebangsaan yang dihelat Minggu (10/9/2017) lalu.

Benarkah itu upaya PDIP memuluskan jagonya duduk di kursi B2? Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bekasi bidang komunikasi politik, Henu Sunarko menjawab diplomatis.

Menurut Henu, dengan perolehan suara terbesar dalam Pileg 2014 lalu, tentu pihaknya berharap agar dapat mengusung kader sebagai orang nomor satu di Kota Bekasi.

“Kalau secara internal, tentu dengan modal 12 kursi, sebagai pemenang pemilu, kita juga ingin memajukan kader terbaik kita untuk bisa berkompetisi di Pilkada sebagai wali kota,” kata Henu kepada Radar Bekasi (Grup Pojokjabar.com), Rabu (13/9).

Saat ini, sambung Henu, pihaknya masih menghargai proses pematangan terkait dengan rencana kerja sama politik atau koalisi. Menurut dia, hal tersebut merupakan kewenangan di DPP PDI Perjuangan.

“Sudah dibentuk tim sepuluh di tingkat DPD Jabar, lima dari PDIP lima dari Golkar. Kalau dibaca sebagai syarat politik tentu itu menjadi sesuatu yang sifatnya mengikat,” ucapnya.

Lebih jauh Henu menambahkan, pihaknya akan melihat apakah kerja – kerja tim sepuluh berpengaruh ke enam belas Kota Kabupaten di Jawa Barat yang melaksanakan Pilkada. “Kita akan lihat itu dalam satu minggu ini,” ujarnya.

Henu mengklaim, potensi PDIP berkoalisi dengan Partai Golkar di Pilkada 2018 arahnya semakin baik dengan intensitas komunikasi yang semakin tinggi antara kedua partai itu.

“Tetapi itu bukan berarti menutup kesempatan untuk kita melalukan pematangan di internal, sehingga kita bisa memajukan calon sendiri. Artinya opsi – opsi itu sangat dinamis,” tutur Henu.

Dirinya menambahkan, perihal koalisi merupakan kewenangan dari DPP PDIP. “DPP partai sudah memberikan isyarat – isyarat. Keputusan itu sangat bergantung di tingkat pusat, kita hanya mendorong saja,” sambungnya.

Pihaknya tidak keberatan jika yang direkomendasikan oleh partai ialah calon wakil wali kota. Yang terpenting ialah bagaimana pihaknya dapat berkuasa di eksekutif. Dan terkait dengan itu diakuinya masih dinamis.

Sementara itu, PDI Perjuangan disarankan mengusung calon wali kota Bekasi dalam Pilkada 2018 mendatang. Adalah Akademisi Unisma Bekasi, Adi Susila yang menyarankan hal tersebut.

Menurut dia, dengan mengusung calon wali kota di Pilkada, partai dengan 12 kursi itu berpotensi menang. Tentunya, perlu berkoalisi dengan partai lain untuk memenangkannya.

(neo)


loading...

Feeds