Desak Usut Korupsi Bupati, Massa Lempari Kantor Kejari Cikarang dengan Kondom

Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi, kembali melakukan aksi dan menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Rabu (13/9). Mereka menuntut Kejari Cikarang untuk sigap menangani kasus korupsi yang kian merajalela ada di Kabupaten Bekasi. Foto:Ariesant/Radar Bekasi

Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi, kembali melakukan aksi dan menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Rabu (13/9). Mereka menuntut Kejari Cikarang untuk sigap menangani kasus korupsi yang kian merajalela ada di Kabupaten Bekasi. Foto:Ariesant/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gema Aksi) kembali menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (13/9/2017).

Dalam aksi lanjutan itu, massa menaburkan kembang tujuh rupa dan melempari kantor Kejari Cikarang dengan kondom sebagai simbol matinya hukum dan mandulnya kinerja Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, Risman Tarihoran dalam memberantas kasus korupsi di Kabupaten Bekasi.

Koordinator Aksi Gema Aksi, Rahmat Hidayat mengatakan, jika pada aksi sebelumnya, Risman Tarihoran mengklaim bahwa Kejari Cikarang telah menangani beberapa kasus korupsi seperti kasus incenerator, kasus genset dan lain sebagainya. Padahal, kasus-kasus tersebut merupakan limpahan dari Kepala Kejari Kabupaten Bekasi sebelumnya.

“Penanganan kasus korupsi yang ditangani Risman, seperti kasus incenerator, kasus genset dan kasus lainnya adalah limpahan dari kejari sebelumnya,” ujar Rahmat.

Pihaknya juga menuding banyak kasus korupsi yang diduga dilakukan (Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin-red) dan bawahannya yang tidak pernah dijamaah oleh Kejari Cikarang. Lanjut Rahmat, sejumlah item kasus dugaan korupsi yang tak kunjung diusut oleh Kejari Cikarang di bawah kepemimpinan Risman, diantaranya Jembatan Bagedor, Pembangunan Posyandu, Pipa tidur PDAM Tirta Bhagasasi Serang -Cibarusah, Mangkraknya Pembangunan Kantor Pusat PDAM Tirta Bhagasasi-Tegal Danas, dan lain sebagainya.

“Hingga saat ini, dugaan kasus korupsi tersebut tidak pernah ditindaklanjuti oleh Kejari Cikarang,” sesalnya.

Ia menduga, kasus-kasus yang dilaporkan oleh elemen masyarakat tidak ditindaklanjuti dan menanyakan tupoksi dari Kejari Cikarang yang tidak bisa mengusut kasus korupsi tersebut.

“Jika Kejari Cikarang tidak mampu memimpin institusi itu dalam penegakan hukum di Kabupaten Bekasi, maka lebih baik Risman pergi dari Kabupaten Bekasi atau membuat surat pernyataan mundur dari jabatannya,” desak Rahmat.

Sementara itu, Bally Fadilah salah satu peserta aksi mengatakan banyaknya dugaan tindak pidana korupsi di Bekasi yang tak tertangani oleh pihak Kejari Cikarang, merupakan pembohongan publik.. Pasalnya, pasca dilantik, Risman sebagai Kejari Cikarang sudah menandatangani fakta integritas yang menjadi tuntutan massa aksi pada saat itu.

“13 januari 2016 Risman menandatangani fakta integritas yang kami buat saat itu. Namun faktanya, sampai hari ini ia tidak menepatinya Maka dari itu kami (PB-AKSI) sepakat mendesak Risman untuk menandatangani surat pengunduran diri,” tegasnya.

Berbeda dengan aksi sebelumnya. Dalam aksi kali ini tak seorang pun perwakilan dari Kejari Cikarang yang menemui massa yang melakukan demonstrasi.

(dho)


loading...

Feeds