Sikap Pemkab Soal Perbaikan Gedung Sekolah di Kabupaten Bekasi Belum Serius

Kepala Sekolah SDN Sukakarya 03, Jazuli, saat menunjukan bagian plapon sekolah yang jebol. Selama ini, pihak sekolah hanya diberi janji akan diperbaiki oleh pemerintah Kabupaten Bekasi.

Kepala Sekolah SDN Sukakarya 03, Jazuli, saat menunjukan bagian plapon sekolah yang jebol. Selama ini, pihak sekolah hanya diberi janji akan diperbaiki oleh pemerintah Kabupaten Bekasi.

POJOKJABAR.com, SUKAKARYA – Pemerintah Kabupaten Bekasi dinilai tidak peduli dengan nasib dunia pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal, Pemerintah Kabupaten memiliki APBD yang sangat besar.

Selain banyak kondisi sekolah yang reot dan nyaris ambruk, banyak juga sekolah yang belum memiliki bangku. Meskipun pihak sekolah sudah mengadukan permasalahan ini, namun hingga saat ini belum ada tindakan serius dari pemerintah setempat.

SDN Sukakarya 03 misalnya. Sekolah yang berada di kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi ini kondisinya sangat memprihatinkan. Kerusakan bangunan terlihat dibeberapa bagian. Padahal, infrastruktur sekolah dapat mempengaruhi kualitas belajar mengajar.

“Saya sudah beberapa kali mengajukan, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan yang nyata. Karena selama ini saya hanya di janjikan saja, sekarang saja perbaikan halaman sekolah katanya tahun ini, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kapannya,” kata Kepala Sekolah SDN Sukakarya 03, Jazuli.

Dia mengaku, kondisi halaman sekolah yang rendah setiap turun hujan sekolahan selalu tergenang air. Apa lagi saat Sungai Ciherang meluap, sekolah bisa di liburkan sampai air surut, karena pihak sekolah khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap siswa..

“Waktu musim hujan sebelumnya, sekolah saya liburkan satu minggu, habisnya air Sungai Ciherang tumpah semua ke sekolah, karena kondisi sekolah berdekatan sama Sungai Ciherang, makanya kalau meluap, udah pasti banjir,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selain itu, kondisi bangunan yang sudah tua akibatnya banyak atap yang bolong, setiap turun hujan sekolah juga bocor. Siswa pun saat belajar khawatir atap sekolah bisa ambrol. Menurutnya, perbaikan sekolah terakhir pada tahun 2005 lalu.

Dia menilai, dengan janji-janji yang diterima selama ini, pemerintah Kabupaten Bekasi seakan tidak peduli dengan dunia pendidikan. Padahal menurutnya, berkembangnya suatu daerah bisa diukur melalui pendidikan masyarakatnya.

“Dari awal mula di bangun, sampai sekarang belum pernah ada perbaikan sama sekali, makanya kondisi bangunan sangat memprihatinkan sekali. Saya sangat berharap pengajuan bisa secepatnya direalisasikan, agar siswa yang mau belajar bisa nyaman,” tutupnya.

(pra)


loading...

Feeds