‘Pakai’ Bareng Perempuan, 36 Terlibat Narkoba

Sebanyak 36 tersangka diamankan dengan barang bukti sebanyak 47,74 kg ganja, 63,54 gram sabu dan dua butir esktasi hasil Operasi Pekat Jaya 2017. Foto:Raiza/Radar Bekasi

Sebanyak 36 tersangka diamankan dengan barang bukti sebanyak 47,74 kg ganja, 63,54 gram sabu dan dua butir esktasi hasil Operasi Pekat Jaya 2017. Foto:Raiza/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Operasi Pekat Jaya 2017 yang digelar Satnarkoba Polres Metro Bekasi Kota berhasil menciduk 36 tersangka terlibat narkoba. Mereka dibekuk dari sejumah lokasi berbeda di Kota Bekasi.

Beberapa diantaranya ada yang kedapatan tertangkap di sekitar tempat ibadah, tepatnya di Jalan Rawabacang Nomor 145 RT 08/14 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Widjonarko mengungkapkan, operasi yang berlangsung mulai 26 Juli hingga 9 Agustus 2017, itu pihaknya mendapat 32 laporan peristiwa dugaan kasus narkoba. Setelah ditindaklanjuti, terdapat 36 orang satu diantaranya perempuan terlibat penyalahgunaan narkoba.

Barang bukti yang diamankan, kata dia, ada sebanyak 47,74 kilogram ganja. Kemudian, 63,54 gram sabu dan dua butir ekstasi. Mereka ditangkap di sepuluh lokasi yang berbeda.

Atas kepemilikan narkotika itu, 36 orang disangkakan pasal 114, 112 dan 111 UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit sebesar Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

“(Barang bukti) di beberapa lokasi, kemudian juga beberapa pelaku yang berhasil kita ungkap. Memang sumbernya berbeda-beda. Ada yang berperan sebagai pengedar, ada juga yang berperan sebagai pemakai. Namun, dari hal yang kecil terus kemudian kita kembangkan sehingga kita mendapatkan barang bukti yang cukup banyak,” paparnya.

Ia menjelaskan, bahwa beberapa orang diantaranya ialah residivis di kasus yang sama. Disinggung apakah penangkapan kasus narkokita jenis ganja tersebut ada kaitannya dengan kasus peredaran ganja dari dalam lapas, ia mengaku masih mengembangkannya.

“Sementara masih kita kembangkan, apa ada kaitannya dengan lapas. Namun, rata – rata (pelaku) residivis yang pernah menjalani (proses) hukum, kemudian tertangkap kembali,” ujarnya.



loading...

Feeds