Tujuh Pejabat Pemkot Bekasi Ini Diperiksa Polda Terkait…

Stadion Patriot Bekasi.

Stadion Patriot Bekasi.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, dipanggil penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya. Pemanggilan itu berkaitan dengan penyelidikan dugaan tindak pidana penggunaan Stadion Patriot Candrabhaga oleh dua klub sepak bola.

Salah satu yang dimintai keterangan yakni Sekretaris daerah (Sekda) Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji. Kepada Radar Bekasi dia mengaku memperoleh sepuluh pertanyaan dari kepolisian terkait persoalan yang sama.

“Pekan lalu saya dipanggil Polda Metro, saya ditanyakan terkait kehadiran saya dalam rapat pembahasan Memorandum Of Understanding (MoU) penyewaan Stadion Patriot Chandrabaga oleh kepolisian,” katanya.

Kepada polisi Rayendra mengakui bahwa dana kerja sama itu sepenuhnya diperuntukan bagi kas Pemkot Bekasi.”Uangnya masuk ke Pemkot Bekasi. Uang sewa diperuntukkan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selanjutnya dimanfaatkan untuk pemeliharaan stadion,” katanya.

Selain sekda, Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kota Bekasi, M. Ridwan, yang kini menjabat sebagai staf ahli Wali Kota Bekasi juga di undang penyidik. Ia diundang penyidik untuk dimintai keterangan pada Senin, pekan lalu.

“Saya enggak tahu yang melaporkan siapa, dan juga enggak mau tahu, ngapain saya nyari tahu,” kata Ridwan, Senin (17/7/2017).

Ridwan mengatakan, dalam undangan permintaan keterangan tersebut, disebutkan terkait penyelidikan penggunaan stadion maupun kerja sama antara PT Mitra Muda Inti Berlian dengan Pemerintah Kota Bekasi.

“PT. MMIB di dalamnya ada Persija Jakarta dan Bhayangkara FC. Penyidik katanya juga sudah memintai keterangan PT MMIB,” kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap pertandingan baik Persija maupun Bhayangkara FC dibebankan biaya sewa setadion sebesar Rp 52 juta, itu tercantum dalam peraturan daerah.

Adapun, khusus Persija, manajemen klub Ibukota tersebut diwajibkan membayar kontribusi bagi hasil penjualan tiket sebesar Rp 190 juta ke pemerintah. Nilai itu diambil dari 10 persen penjualan tiket sebesar Rp 1,9 miliar.

“Ditanya segala macam, saya jawab kapasitas saya sebagai kepala dinas waktu itu, terkait sewa-menyewa stadion,” ujarnya sembari mengaku, pemeriksaan lebih dari dua jam.” Dari sore sampai sekitar jam sembilan malam,” katanya.

Selain Ridwan dan Rayendra, Polda Metro Jaya juga memanggil lima pejabat lainnya yang terkait dengan pengelolaan dana kerja sama Stadion Patriot dengan PT MMIB, yakni Kepala Dinas Pendapatan Daerah Aan Suhanda, Kepala Badan Kerja Sama dan Investasi Hanan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Bekasi Iyan Rasyad, Kepala BPKAD Supandi Budiman serta Kepala UPTD GOR Kota Bekasi Endang Tohari.

(sar)



loading...

Feeds