Cemari Kali Bekasi, BPLH Telusuri Pabrik Limbah

Kondisi air di Kali Bekasi tepatnya di Jembatan Perumahan Kemang Pratama Bekasi Selatan Kota Bekasi, berubah warna menjadi biru kehijauan sejak dua bulan ini. Foto:Ariesant/Radar Bekasi

Kondisi air di Kali Bekasi tepatnya di Jembatan Perumahan Kemang Pratama Bekasi Selatan Kota Bekasi, berubah warna menjadi biru kehijauan sejak dua bulan ini. Foto:Ariesant/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Aliran Kali Bekasi dari Kali Cikeas berubah warna dari cokelat menjadi biru yang diduga disebabkan karena limbah industri. Hal itu membuat ikan yang ada di dalam kali tersebut mati dan warga yang biasa memancing jadi kesulitan.

Salah seorang warga yang tinggal di sekitar kali tersebut, Maryati (47) mengatakan, air di kali tersebut sudah berubah warna sejak dua bulan ke belakang. Namun, tidak rutin seperti yang terjadi minggu – minggu ini.

Biasanya, kata Maryati, pada bulan lalu perubahan warna terjadi hanya beberapa hari sekali. Namun sudah sekitar satu bulan, perubahan warna kali itu terjadi hampir setiap hari.

“Sudah tiap hari, pagi cokelat, siang jam 10 sudah biru lagi, malam sudah berubah lagi jadi cokelat nanti pagi begitu lagi,” katanya, Senin (17/7/2017).

Sementara itu, pria yang sudah sekitar memancing di Kali Bekasi selama 20 tahun, Jamal (54) mengatakan, akibat dari perubahan air itu membuat ikan mati.

“Ikan pada mabok, tapi nggak semua. Dulu juga berubah warna, tapi sekarang paling parah. Ini untungnya air masih jalan, kalau nggak bisa bau,” tambahnya.

Dirinya menyatakan bahwa air itu juga membuat mata perih. “Kalau saya benar jalan kan suka nyangkut. Kalau saya silem (menyelam) pas bangun matanya perih. Jadi nggak berani silem kaya dulu,” paparnya.

Ia pun mengaku kalau hal itu berpengaruh pada hasil tangkapan ikan. “Kadang dapet nggak banyak, Kalau air lagi bagus, lagi cokelat dapat banyak,” ucapnya.

Dirinya berharap supaya pihak – pihak terkait dapat segera mencari tahu sumber dari perubahan warna dan segera menuntaskan persoalan tersebut.

Terpisah, Kepala Badan Pelayanan Lingkungan Hidup Kota Bekasi Juhmana Lutfhi mengatakan, ia sudah menginstruksikan anak buahnya untuk menelusuri kali tersebut dan mencari tahu penyebab dari perubahan warna itu.

“Kita akan cari terus (sumbernya), cuma kalau bulan lalu kita telusuri ternyata di Bogor. Sekarang kita telusuri, cuma saya belum dapat laporan,” ujarnya.

Kata dia, pihak terkait yang mencemari lingkungan bisa mendapatkan denda dan terancam hukuman penjara.

“Ini kan kaya orang lempar batu sembunyi tangan ini. Kalau yang namanya melakukan pencemaran itu, itu bisa didenda dan hukumannya kurungan lima tahun. Dendanya lebih dari Rp1,5 milyar,” ungkapnya.

Dirinya menyatakan, akan membuat catatan untuk perusahaan yang ada di wilayah Kota Bekasi untuk menyediakan outlet pembuang sejenis bak untuk menampung limbahnya.

Berdasarkan pantauan Radar Bekasi, walaupun air tersebut berubah warna, masih ada masyarakat yang memancing disekitar kali tersebut. Terlihat ada sejumlah ikan dalam kondisi mati yang naik ke permukaan air.

(neo)



loading...

Feeds

U-19

Ingin PERSIB U-19 Lupakan Kekalahan

Tak mau terlarut dalam kekecewaan setelah rekor unbeaten terhenti, Hal tersebut untuk mempersiapkan diri untuk laga penutup fase grup Liga …