Soal Pelemparan Truk, Jumhana Lutfi: Jangan Bikin Malu dengan DKI Jakarta

Truk sampah DKI Jakarta keluar dari tol bekasi barat menuju TPST Bantargebang Kota Bekasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Bekasi merevisi MOU pembuangan sampah DKI Jakarta ke TPST Bantargebang. Foto:Ariesant/Radar Bekasi

Truk sampah DKI Jakarta keluar dari tol bekasi barat menuju TPST Bantargebang Kota Bekasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Bekasi merevisi MOU pembuangan sampah DKI Jakarta ke TPST Bantargebang. Foto:Ariesant/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, mengutuk keras pelemparan batu truk sampah DKI Jakarta yang terjadi di Jalan Raya Siliwangi RT 02/05, Bantargebang, dua pekan lalu. Ia menyebut pelempar sebagai orang tak memili rasa saling menghormati.

Kepala DLH Kota Bekasi, Jumhana Lutfhi menyebut Kota Bekasi merupakan daerah metropolitan yang ditopang dengan mutu pendidikan masyarakat. Pelemparan batu terhadap truk sampah DKI Jakarta yang kedua kalinya ini pun dianggap sebuah tindakan yang membuat Kota Bekasi dipermalukan.

“Jangan bikin malu dengan DKI Jakarta, kita malu lah. Kota Bekasi sebagai salah satu daerah metropolitan, masa masih ada warganya yang berbuat anarkis,” ujar Luthfi kepada Radar Bekasi, Minggu (16/7/2017) kemarin.

Lutfhi mengecam bentuk apapun terkait dengan tindakan anarkis terhadap truk sampah DKI Jakarta. Ia mengatakan, kalaupun masyarakat ada persoalan dengan truk sampah DKI Jakarta agar dilakukan dengan jalur musyawarah. Menurutnya, dengan melakukan tindakan anarkis hanya akan menimbulkan permasalahan.

“Pada intinya agar saling menghormati, masyarakat Kota Bekasi pada dasarnya sudah pada melek hukum,” tegas dia.

Luthfi mengungkapkan, lembaganya tak melakukan pengawasan di tingkat teknis. Sebab, kerjasama yang terjalin dengan DKI Jakarta hanya pada aspek pengawasan eksternal dalam pengelolaan terhadap dampak limbah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Kita bukan teknisnya, jadi pengawasan truk kami tidak ada, kita gak masuk ke situ,” katanya.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar menghormati kerjasama tersebut dengan tidak lagi melakukan tindakan provokasi terhadap truk sampah DKI Jakarta. Pasalnya, kata dia, kerjasama yang dibangun telah berjalin baik.

“Untuk masyarakat kami himbau agar tidak melakukan tindakan semacam itu lagi yang dapat merugikan kita bersama,” tandas dia.

Sebelumnya, truk sampah bernopol B 9630 T0Q yang dikendarai Desrial Isman (51) hendak kembali ke Jakarta usai mengirim sampah. Namun, saat perjalanan pulang dari arah berlawanan datang dua orang dengan satu sepeda motor. Pelaku yang dibonceng langsung melempar batu ke arah pengemudi. Kasus tersebut pun langsung ditangani Polrestro Bekasi Kota.

(yay)


loading...

Feeds