FPTI Kabupaten Bekasi Desak Perbaikan Sarpras yang Sudah Tak Laik Pakai

Atlet panjat tebing Kabupaten Bekasi saat menjalani latihan di komplek Stadion Wibawamukti. Pengcab FPTI mengeluhkan sarpras yang tidak layak. Foto:Raiza/Radar Bekasi

Atlet panjat tebing Kabupaten Bekasi saat menjalani latihan di komplek Stadion Wibawamukti. Pengcab FPTI mengeluhkan sarpras yang tidak layak. Foto:Raiza/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, CIKARANG TIMUR – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Bekasi, mengeluhkan tidak layaknya lokasi latihan indoor mereka di komplek Stadion Wibawamukti, Cikarang Timur.

Pasalnya, gedung yang baru kembali di operasikan ini tidak dilengkapi dengan lampu penerangan hingga sarana Mandi Cuci Kakus (MCK). Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang terbatas, sreta lingkungan gedung yang kumuh membuat konstentrasi atlet terganggu jelang menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII 2018.

“Bangunan sudah sangat memperihatinkan dan jauh dari layak. Sarana terbatas dan lingkungan yang kotor,” terang Sekretaris Umum FPTI Kabupaten Bekasi, Komarudin kepada Radar Bekasi.

Untuk penerangan, pihaknya saat ini menyiasati dengan melakukan sambungan listrik ke pedagang yang berada di lokasi sekitar gedung, karena rusaknya komponen listrik.

“Bangunan ini baru diisi lagi mungkin setelah beberapa tahun dikosongkan. Pas kita kesini beberapa bulan lalu, kondisinya banjir, tidak ada lampu, MCK juga sudah rusak. Kita latihan sampai jam tujuh malam meski gak ada lampu. Sekarang aja penerangan nyambung dari pedagang,” terangnya.

Upaya pengurus dalam melakukan pembenahan sudah dilakukan dengan melakukan pengajuan kepada sejumlah dinas terkait di Kabupaten Bekasi. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut perbaikan.

“Sebatas kemampuan kami, kita sudah coba ajukan ke KONI, PUPR dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bekasi. Tapi informasi masih simpang siur. Saya sendiri, gak atau ada anggaran renovasi atau tidak.” keluhnya.

Komarudin menjelaskan, bahwa saat ini FPTI Kabupaten Bekasi berangkat dan bangkit dari nol setelah diabaikan oleh pengurus sebelumnya. Bahkan, sampai saat ini peralatan latihan masih seadanya dan menggunakan peralatan yang dimiliki atlet senior dan dari klub binaan atlet.

“Kita kepengurusan dari nol. Karena sempat terseok- seok, kita gak bisa melibatkan semua pengurus lantaran kesibukan masing- masing,” ucapnya.

Terpisah, Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Romli menyatakan, terkait cabor FPTI pihaknya sudah ikut memetakan berbagai persoalan yang ada. Termasuk pada peralatan yang saat ini masih ada di pengurus lama. Dirinya mengaku, ada beberapa persoalan di Kepengurusan FPTI yang harus dibenahi.

“Iya itu dia, pengurus lama yang bertanggung jawab kan ditahan. Ketua yang sekarang nanyain. Kita sudah berkali-kali melakukan komunikasi,” tandasnya.

(dan)



loading...

Feeds