Pemkot Pastikan Kartu Sehat Bekasi ‘Sakti’

Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat membagikan kartu sehat. Dia memastikan bahwa Kartu tersebut bisa digunakan di seluruh rumah sakit.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat membagikan kartu sehat. Dia memastikan bahwa Kartu tersebut bisa digunakan di seluruh rumah sakit.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot), memastikan pemegang kartu sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dapat pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit. Saat ini, Pemkot Bekasi sudah menyebar 18 ribu Kartu Sehat.

Kartu tersebut diperuntukan bagi warga berpenghasilan di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Kota Bekasi sebesar Rp 3,6 juta. Jumlah tersebut masih terus dikebut hingga mencapai target dapat mencetak 300 ribu Kartu Sehat pada Okotober hingga November 2017 mendatang.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengaku optimis, target 300 ribu cetakan Kartu Sehat dapat terdistribusi langsung kepada masyarakat yang memang tengah membutuhkan. Apalagi, kata dia, jumlah 18 ribu cetakan yang sudah tersebar menandakan jika masyarakat memang menginginkan pelayanan kesehatan dari Pemkot Bekasi.

“Iya ini menunjukan keinginan warga mendapatkan pelayanan kesehatan dari pemerintah daerah. Artinya, masyarakat sangat berharap dapat pelayanan cepat, mudah, dan jaminan pelayan di seluruh rumah sakit swasta dan daerah,” ujar Rahmat usai membagikan Kartu Sehat di Jalan Tahrir, Kelurahan Kranji, Bekasi Barat, Senin (19/6/2017) kemarin.

Dana Kartu Sehat berbasis NIK ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi sebesar Rp 100 miliar. Setiap warga yang sudah menerima Kartu Sehat akan mendapatkan jaminan pelayanan dari seluruh rumah sakit di Kota Bekasi. Adapun jumlah rumah sakit di Kota Bekasi yang diwajibkan melayani pasien pemegang Kartu Sehat mencapai 38 rumah sakit.

Rahmat menegaskan, kehadiran Kartu Sehat ini sebagai peran sentral pemerintah dalam memposisikan memberikan jaminan pelayanan kepada masyarakat. Tanggungjawab pemerintah, terang dia, sebagai keberpihakan kepada masyarakat untuk mengedepankan pelayanan secara penuh.

“Anggarannya ditanggung pemerintah daerah, maka ada keberpihakan anggaran untuk semisal RSUD, berarti RSUD enggak terima pasien umum lagi dong? Berarti disubsidi APBD. Itu hakiki pemerintah untuk berpihak ke masyarakat,” jelasnya.

Dia menambahkan, program Kartu Sehat ini akan berjalan hingga tahun 2018 mendatang. Sebab kata dia, pemerintah juga akan mendorong agar program tersebut juga menyerap kembali anggaran APBD 2018 mendatang. Hanya saja, penyerapan program Kartu Sehat sampai saat ini masih rendah.

“Sampai di 2018 kan saya masih punya anggaran. Datanya ada nanti kita publish. Anggaran yang sudah terserap kisarannya masih rendah. Makanya untung kan kalau kita tempatkan di dinas kesehatan sementara masyarakat sehat. Uangnya tetap dong. Kalau ke BPJS sementara masyarakat gak sakit uangnya gak kembali dong. Itu untungnya,” tandas dia.

(yay)


loading...

Feeds

ilustrasi gempa Tasikmalaya, Jawa Barat

Kisah Kiper Persib Alami Gempa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Korban gempa ternyata juga hampir membuat Kiper Persib Imam Arief Fadhilah menjadi korban. Refleksnya saat itu Imam selamatkan …
Aksi Tolak Trump dari Purwakarta (FB Ikbal Fauzi.)

Warga Purwakarta Tolak Pernyataan Trump

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Aliansi Masyarakat Selamatkan Al-Aqsha (AMSA) Purwakarta menggelar Aksi Bela Palestina di Jalan Kemuning, Nagrikaler, Purwakarta, Sabtu (16/12/2017). Hal …