Kecewa dengan Pembangunan Jembatan Bagedor, Nelayan Kubur Kaki

Nelayan Kubur Kaki.

Nelayan Kubur Kaki.

POJOKJABAR.com, MUARAGEMBONG – Puluhan nelayan Desa Pantai Harapanjaya, Kecamatan Muaragembong melakukan aksi kubur kaki ke dalan lumpur, Minggu (18/6/2017). Aksi tersebut dilakukan di bawah Jembatan Bagedor yang kini menyedot perhatian banyak pihak karena pembangunannya yang diduga menyimpang.

Pembangunan Jembatan Bagedor diprotes nelayan dan masyarakat setempat karena tidak sesuai dengan keinginan. Terlebih, keberadaan jembatan tersebut juga justru mengganggu lalu lintas nelayan yang hendak melaut.

Iwan (45), warga Kampung Bulaktanggul RT01/08, Desa Harapanjaya, mengatakan Jembatan Bagedor dibangun lebih rendah dari permukaan air Sungai Ciherang. Sehingga lalu lintas nelayan terganggu ketika akan melaut.

“Kalau surut aja kita harus merunduk biar bisa lewat, terus kalau air pasang kagak bisa jalan perahu kita, terutama perahu ukuran besar,” ujarnya.

Dikatakan Iwan, kalau Jembatan Bagedor juga berdampak pada penangkapan nelayan. Kata dia, nelayan tidak bisa melaut bila air pasang, karena perahu yang dipakai tersendat jembatan tersebut dan tidak bisa melintas.

“Jadi kalau saya lihat seharusnya tidak seperti ini jembatannya, memang kita setuju dibangun jembatan di sini tapi seharusnya harus disesuaikan dengan keadaan di sini,” katanya.

Begitu juga dengan Kodin (47). Warga Desa Pantai Harapanjaya ini justru merasa kecewa dengan pembangunan jembatan yang tidak sesuai keinginan masyarakat. Seharusnya, kata dia, jembatan dibangun melengkung sehingga bisa dilalui perahu nelayan.

“Kalau lihat sekarang justru dibuat lurus, dan miring sebelah ini belum dipakai, gimana nanti kalau ada beban berat, bisa-bisa nanti jadi amblas,” ujarnya.

Kata Kodin, jika jembatan tersebut tidak cepat diperbaiki, nelayan dan masyarakat mengancam akan terus melakukan aksi protes. Bahkan, rencananya warga akan melakukan aksi demonstrasi di kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, Kepala Dusun III, Desa Pantai Harapanjaya, Musal (54), mengatakan penambahan bangunan box culvert di Jembatan Bagedor oleh pihak ketiga bukan menyelesaikan solusi. Karena konstruksi justru membuat susah nelayan dan masyarakat.

“Sekarang (box culvert) justru banyak lumpur di situ jadi kayak kubangan kerbau, masyarakat juga mengeluh tidak bisa digunakan, kemarin sempat banjir perahu juga tidak bisa melintasnya,” katanya.

Seharusnya, kata dia, ada solusi yang lebih baik dari sekadar menambah box culvert. Karena jembatan tersebut nantinya akan memudahkan akses masyarakat.

“Tapi sekarang justru jadi masalah, masyarakat juga merasa aneh kenapa jembatan yang dibuat tidak sesuai harapan mereka,” ucapnya.

(dho)


loading...

Feeds

ilustrasi gempa Tasikmalaya, Jawa Barat

Kisah Kiper Persib Alami Gempa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Korban gempa ternyata juga hampir membuat Kiper Persib Imam Arief Fadhilah menjadi korban. Refleksnya saat itu Imam selamatkan …
Aksi Tolak Trump dari Purwakarta (FB Ikbal Fauzi.)

Warga Purwakarta Tolak Pernyataan Trump

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Aliansi Masyarakat Selamatkan Al-Aqsha (AMSA) Purwakarta menggelar Aksi Bela Palestina di Jalan Kemuning, Nagrikaler, Purwakarta, Sabtu (16/12/2017). Hal …