Ingat! Cagub Jawa Barat Harus Perhatikan Nasib Guru Honorer, Jika Tidak…

Seorang guru di SDN Sindangmulya, Cibarusah, Kabupaten Bekasi sedang mengajar. Calon gubernur diminta perhatikan nasib guru, khususnya yang berstatus honorer.Foto:Raiza/Radar Bekasi

Seorang guru di SDN Sindangmulya, Cibarusah, Kabupaten Bekasi sedang mengajar. Calon gubernur diminta perhatikan nasib guru, khususnya yang berstatus honorer.Foto:Raiza/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Persoalan mandegnya pencairan honor guru setingkat SMA dinilai akan berdampak terhadap perolehan suara di Pilgub Jawa Barat. Karena kewenangan guru setingkat SMA saat ini menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Direktur Centre for Budgeting Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, perhatian pemerintah provinsi kepada guru akan berimbas pada perolehan suara di pilgub 2018, khususnya guru honorer. Karena saat ini, guru honorer belum mendapatkan haknya selama empat bulan sejak Januari 2017.

“Jika tidak diselesaikan, maka akan berdampak pada Pilgub Jabar, artinya minat masyarakat akan menurun dari kelompok guru. Dan, gubernur yang saat ini menjabat harus segera menyelesaikan permasalahan ini, jangan sampai berlarut-larut dan berdampak pada pilgub,” ungkapnya.

Calon gubernur yang nantinya terpilih, lanjut Uchok, harus memperhatikan guru dan tidak memandang statusnya. Persoalan belum terbayarkannya honor guru, kata dia, harus menjadi catatan gubernur terpilih nantinya.

“Ini momen bagi para calon gubernur yang akan mau naik Jawa Barat, artinya nasib guru honorer harus berubah ketika ada calon gubernur yang maju. Jadi jangan sampai permasalahan ini terulang dan mengakibatkan kesalahan fatal dalam membangun Jawa Barat,” ujarnya.

Kata Uchok, suara guru sangat penting di hajat demokrasi. Oleh karena itu, calon gubenur harus bisa memperjuangkan dan merealisasikan aspirasi tenaga pendidik.

“Mau pemilihan presiden, gubernur, wali kota, bupati bahkan anggota DPR harus bisa membantu para guru, karena itu bisa menjadi poin penting dan penyumbang suara terbanyak dalam hajat politik. Kalau mereka sampai diberikan janji, maka mereka akan apatis,” tuturnya.

(ran)



loading...

Feeds