36 Ribu Warga Bekasi Ber-KTP Ganda

Warga tengah melakukan perekaman E-KTP di kantor Disdukcapil Kota Bekasi, kemarin. Sebanyak 36 ribu warga Kota Bekasi tercatat Ber-KTP ganda.Foto:Ariesant/Radar Bekasi

Warga tengah melakukan perekaman E-KTP di kantor Disdukcapil Kota Bekasi, kemarin. Sebanyak 36 ribu warga Kota Bekasi tercatat Ber-KTP ganda.Foto:Ariesant/Radar Bekasi

Erwin melanjutkan, biasa warga yang nekat tersebut beralasan belum pernah melakukan perekaman. Namun, setelah di cek dengan mengunakan scan sidik jari, diketahui bahwa warga tersebut sudah pernah melakukan perekaman, meskipun dilakukan di daerah lain.

Berdasarkan pendataan sampai pertengahan bulan April 2017 ini, ada 36 ribu warga yang memiliki identitas ganda. Selain itu, ada juga warga yang nekat membuat identitas ganda lantaran ingin tetap memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah daerah asalnya, meskipun warga tersebut sudah pindah ke daerah lain.

“Kesehatan seseorang telah dijamin oleh pemerintah daerah asalnya. Ketika dia pindah domisili, maka fasilitas kesehatan itu secara otomatis akan gugur. Karena itu, mereka tetap mempertahankan domisili lamanya, meski nyatanya mereka telah pindah tempat tinggal,” ungkap Erwin.

Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) kata Erwin telah mempunyai data base identitas warga dan sudah terkunci secara otomatis, saat mereka mencoba melakukan perekaman di daerah lainnya. Maka secara otomatis data tersebut dapat diketahui. Maka warga hanya bisa mencetak e-KTP dengan satu alamat, kalau dengan dua alamat tidak akan bisa di cetak.

Berdasarkan catatannya, jumlah warga Kota Bekasi berkisar 2.402.465 jiwa. Sebanyak 1.778.265 jiwa merupakan warga wajib e-KTP. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 1.436.431 orang yang KTP miliknya dicetak. Sementara wajib e-KTP yang belum melakukan perekaman berjumlah 173.638 orang.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kota Bekasi, Nardi menambahkan, warga banyak yang tidak mengetahui bahwa identitas ganda merupakan perbuatan menyalahi aturan. Mereka datang ke instansi terkait bahwa hampir setahun lamanya, e-KTP miliknya belum dicetak. Namun saat dilakukan penunggalan data oleh Kementerian Dalam Negeri, data mereka telah terkunci karena telah merekam di dua tempat yang berbeda.

“Mereka harus mencabut berkas dulu di salah satu daerah, baru setelah itu e-KTP mereka akan dicetak,” pungkasnya.

(dat)



loading...

Feeds

perda

DPRD Kota Depok Sahkan Tiga Perda

DPRD Kota Depok mengesahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Depok, Jumat, …
KEMANDIRIAN: Perempuan nelayan mengikuti pelatihan pendampingan APWI Kabupaten Sukabumi untuk mewujudkan usaha mandiri. FOTO:SUBHAN/RADARSUKABUMI

APWI Kabupaten Sukabumi Gandeng Perbankan

Keseriusan Asosiasi Pendamping Wiraswasta Indonesia (APWI) Kabupaten Sukabumi dalam menciptakan pengusaha mulai tampak. Salah satunya saat ini APWI melakukan pendampingan …
BPJS Kesehatan

Hipertensi Paling Banyak Sedot Anggaran BPJS

Meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan menggelar kegiatan “BPJS Kesehatan …