Kesal Selalu Dimarahi, Suami Martil Kepala Sang Istri dan Kubur di Pekarangan Rumah

PELAKU PEMBUNUHAN: Ferhat Ari Wibowo (41) ditangkap polisi setelah membunuh istrinya, Najah (41) menggunakan palu.

PELAKU PEMBUNUHAN: Ferhat Ari Wibowo (41) ditangkap polisi setelah membunuh istrinya, Najah (41) menggunakan palu.

POJOKJABAR.com, TAMBUN SELATAN – Kesal karena seringkali dimarahi istrinya membuat Ferhat Ari Wibowo (41) gelap mata. Ia nekat menghabisi nyawa Najah (41), istrinya dengan martil dengan cara mengayunkannya ke kepala istrinya sebanyak enam kali.

Setelah puas, Ferhat mengubur jasad istrinya di pekarangan rumahnya di Jalan Delima I RT 01/08, Desa Tridayasakti, Tambun Selatan, Senin (31/10/2016) kemarin. Saat mengubur, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.

Najah dikubur di pekarangan rumahnya dengan kedalaman hanya 10 sentimeter. Peristiwa pembunuhan ini terungkap setelah anak angkat mereka, Dafa (16) curiga dengan gundukan tanah di belakang rumahnya.

Dafa tak mengecek gundukan tersebut. Ia lantas menanyakan keberadaan ibunya kepada Ferhat. Saat itu, Ferhat menjawab kalau Najah sedang berada di luar kota di Jawa Barat.

Pada Selasa (1/11/2016) sore, Dafa melihat potongan kain yang mirip dengan pakaian yang biasa dikenakan ibunya. Ia pun mengadukan hal itu ke tetangganya.

“Memang hanya gundukan. Tidak dikubur. Karena si anak menanyakan ibunya kepada bapaknya. Kemudian pelaku bilang bahwa ibunya ke daerah Jawa Barat. Jam 16.00 regu olah TKP dari Tambun mendatangi rumah korban dan mengangkat jasad untuk diotopsi,” ungkap Kapolres Metro Bekasi Kombes Awal Chairuddin.


loading...

Feeds

Air merendam rumah warga di Kec. Pasaleman yang tingginya hampr menutup rumah. Foto: Bagja/pojokjabar

1.000 KK Korban Banjir Butuh Bantuan

POJOKJABAR.com, CIREBON – Lebih dari 1.000 Kepala Kelurga (KK) di Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon menjadi korban bencana banjir akibat jebolnya …