Sempat Bersitegang, Tumai Bakal Merapat ke RE?

Rahmat Effendi (kiri), Tumai (kanan)

Rahmat Effendi (kiri), Tumai (kanan)

POJOKJABAR.com, BEKASI – Meski sempat bersitegang karena masalah penggusuran, namun sinyal Tumai yang merupakan Ketua DPRD Kota Bekasi akan berpasangan dengan Rahmat Effendi (RE) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi pada 2018 mendatang, mulai terkuak.

Tumai yang juga Sekretaris DPC PDIP Kota Bekasi ini siap membuka komunikasi politik antara PDIP dengan orang nomor satu di Kota Patriot itu. “Memang ada komunikasi, bahwa sepertinya Pak Rahmat Effendi menginginkan wakilnya berasal dari keturunan Jawa,” klaim Tumai.

Namun Tumai masih menyembunyikan kalau dirinya sebagai kader PDIP dan juga keturunan Jawa, yang diinginkan Rahmat Effendi. “Kalau soal dari keturunan Jawa di PDIP, kan masih ada Pak Waras Wasisto, bukan cuma saya,” kilahnya.

Menurut Tumai, dari peraturan partai, kader yang menjabat Ketua DPRD tidak diperbolehkan untuk maju mencalonkan diri di Pilkada. “Aturannya tidak boleh, tapi jika partai yang memberikan instruksi, sebagai kader saya harus bersedia,” ucapnya malu-malu.

Informasi yang beredar jika akan dipasangkannya Rahmat Effendi dengan Tumai, sudah dibicarakan jauh-jauh hari, baik dari Golkar ataupun PDIP. Apalagi setelah Golkar kembali mendukung Jokowi menjadi Presiden pada Pemilu 2019 mendatang, jadi sinyal kuat, juga pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, diketahui Golkar masuk dalam partai koalisi pendukung Ahok-Djarot.

“Koalisi ini dinamakan Ramai, yang diambil dari nama Rahmat Effendi dan Tumai. Kami juga tahu jika hubungan kedua politisi itu sangat dekat,” kata salah satu sumber dari internal PDIP yang tidak mau namanya ditulis.

Sumber yang juga merupakan anggota dewan tersebut juga membenarkan jika kedua politisi itu intens melakukan pertemuan membahas koalisi pada Pilkada mendatang. Apalagi keduanya merupakan pucuk pimpinan tertinggi di Kota Bekasi, Rahmat Effendi sebagai Walikota, sedangkan Tumai Ketua DPRD Kota Bekasi.

“Sebenarnya koalisi ini bisa saja terjadi pada Pilkada lalu, tapi PDIP merekomendasikan Sumiyati dan Anim, jika Tumai yang direkomendasikan saat itu pasti akan berpasangan dengan Rahmat Effendi, strategi ini sudah dirancang dari jauh jauh hari,” terangnya.

Menanggapi rumor yang beredar tersebut, Sekretaris DPD Golkar Kota Bekasi, Heri Budisesutyo berdalih jika partai berlambang pohon beringin itu belum memikirkan koalisi pada Pilkada mendatang.

“Hingga saat ini, koalisi PAS masih tetap komit hingga 2018 mendatang. Sedangkan internal partai sendiri masih konsentrasi pada agenda Muscam, kemudian Muslur, sementara Pilkada masih lama,” tukas Heri. (sar)


loading...

Feeds