Para Pemandu Karaoke ‘Agen’ Imigrasi di Bekasi

Ilustrasi Karaoke.

Ilustrasi Karaoke.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Berbagai modus dilancarkan oknum Imigrasi untuk bisa meraup uang dari Warga Negara Asing (WNA) yang menyalahi izin tinggal di Indonesia, khususnya Bekasi.

Salah satu modus yang kerap dilakukan adalah bekerja sama dengan karyawan tempat hiburan malam, seperti karaoke dan spa yang memang menjadi tempat favorit WNA menghabiskan waktu santainya.

Karyawan tempat hiburan diiming-imingi pembagian uang bila dapat membocorkan informasi keberadaan WNA tersebut. Setelah mendapatkan data oknum Imigrasi tersebut, kemudian bekerja mencari data terkait aktivitas selama berada di Bekasi. Bila ditemukan ada kesalahan, oknum Imigrasi tersebut tidak melaporkannya ke pimpinan, melainkan dikerjakan sendiri.

Biasanya, WNA yang datang ke tempat hiburan sudah terjadwal. Sehingga saat WNA tersebut mendatangi tempat hiburan yang sudah menjadi tempat langanannya, karyawan tempat hiburan tersebut menginformasikan ke oknum Imigrasi. Selanjutnya, oknum tersebut mendatangi WNA di tempat hiburan.

“Biasanya mereka (WNA) datang ke sini nyanyi-nyanyi. Kalau datang bisa empat sampai lima orang. Karena udah sering, biasanya kami tahu WNA itu kerja di mana dan tinggal di mana, kan suka cerita sama cewek yang nemenin nyanyinya. Terus informasi itu kami lanjutkan ke orang Imigrasi yang sudah biasa nongkrong di sini. Kalau ada hasilnya dibagi berapa persennya,” kata Saiful yang biasa menjaga tempat karaoke di Kota Bekasi.

Saiful menambahkan, dengan mendekati karyawan tempat hiburan dianggap lebih mudah dari pada harus mencari informasi keberadaan WNA di tempat kerja atau tempat usahanya.

“WNA kan suka cerita-cerita kerjanya di mana, sama yang cewek-cewek nemenin nyanyi. Jadi gampang petugas cari informasinya. Yah bagi-bagi rezeki,” tutur Saiful yang bukan nama sebenarnya.

Saiful melanjutkan pernah saat razia WNA di tempat kerja, WNA marah-marah karena merasa sudah memberikan uang. Namun masih saja dirazia. “Kadang aneh juga petugasnya, duitnya diambil pas razia kena juga. Makanya WNA-nya marah-marah. Tapi kalau dibawa cepet keluarnya sih gak lama,” tandas Saipul. (dat)


loading...

Feeds

Air merendam rumah warga di Kec. Pasaleman yang tingginya hampr menutup rumah. Foto: Bagja/pojokjabar

1.000 KK Korban Banjir Butuh Bantuan

POJOKJABAR.com, CIREBON – Lebih dari 1.000 Kepala Kelurga (KK) di Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon menjadi korban bencana banjir akibat jebolnya …