Terlalu, Korban Ledakan PHD Pondok Melati Bekasi Belum Diberi Ganti Rugi

Ledakan PHD Pondokmelati.

Ledakan PHD Pondokmelati.

POJOKJABAR.com, PONDOKMELATI – Pasca ledakan di gerai Pizza Hut Delivery (PHD) di Jalan Raya Hankam, Kelurahan Jatimelati, empat rumah yang mengalami kerusakan berat belum menerima ganti rugi.

Kapolsek Pondokgede, Kompol Sukadi menjelaskan pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait ganti rugi yang dilakukan pihak PHD. Untuk yang sudah mendapatkan ganti rugi bagi bangunan yang mengalami kerusakan ringan seperti pecah kaca, kerusakan genting dan plafon. Dari pendataan ada 50 unit rumah yang mengalami kerusakan ringan dan berat.

“Rencananya sekarang pihak PHD akan mengganti kerusakan bangunan milik warga sekitar,” kata Sukadi.

Sukadi melanjutkan, rusaknya rumah warga akibat, terkena pentalan material bangunan PHD, pengelola restoran cepat saji ini siap menanggung kerugian yang dialami warga.

Sejauh ini, kata Sukadi, PHD bersikap kooperatif dalam musibah ledakan tersebut. Bahkan untuk mempercepat pendataan pihak PHD menurunkan timnya sendiri dan membuka posko untuk pengaduan warga yang mengalami kerugian.

“Pendataan juga dilakukan oleh tim PHD yang menginventarisasi jumlah korban yang terdampak ledakan tersebut. Dan ada poskonya juga untuk warga yang mau melaporkan bila mengalami kerugian,” ungkap Sukadi.

Terpisah, salah satu rumah yang mengalami kerusakan berat adalah milik Pendidik Ditpolair Polda Metro Jaya, AKBP Untung Sangaji.

Rumah kontrakan berlantai dua dan memiliki enam pintu kamar itu ambruk akibat terkena ledakan gerai PHD. Untuk proses ganti rugi warga diberikan pilihan, yakni ganti rugi berupa uang dan perbaikan yang dilakukan PHD.

AKBP Untung Sangaji tidak memilih ganti rugi dalam bentuk uang tunai, melainkan dibangun ulang oleh pihak PHD.

Menurut Untung harga bahan bangun ada yang mengalami kenaikan, sehingga khawatir uang tunai tidak mencukupi untuk membangun kembali rumah kontrakannya yang berlantai dua serta memiliki enam pintu. “Saya minta dibangun ulang saja, kalau uang tunai takut gak cukup nanti, bahan bangunan banyak yang mengalami kenaikan harganya,” tutur Untung.

“Tadi saya sudah menandatangani surat perjanjian dengan pihak PHD, dan akan dikerjakan secepatnya. Saya juga berharap PHD melakukan evaluasi mekanisme penggunaan tabung gas 50 kilogram. Agar tidak terulang lagi kejadian seperti ini,” pungkasnya. (dat)


loading...

Feeds