Heboh, Bunga Bangkai di Babelan Jadi Tontonan Warga

LANGKA: Warga melihat bunga bangkai yang mekar di kebun kosong, Perumahan Mutiara Gading 3 RT 07/RW 19 Blok D7 Kelurahan Babelan, Kecamatan Babelan.FOTO:RAIZA/RADAR BEKASI

LANGKA: Warga melihat bunga bangkai yang mekar di kebun kosong, Perumahan Mutiara Gading 3 RT 07/RW 19 Blok D7 Kelurahan Babelan, Kecamatan Babelan.FOTO:RAIZA/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BABELAN – Warga di Perumahan Villa Mutiara Gading 3 Blok D7 RT 07/019 Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan digegerkan dengan penemuan mekarnya bunga bangkai di kebun kosong.

Bunga dengan tinggi sekitar 1/2 meter dan kelopak bunga berdiameter 30 sentimeter itu menjadi tontonan warga. Tak jarang warga mengabadikannya dengan selfie melaui jepretan kamera ponsel.

Selain langka, warna dari bunga dengan nama latin Amorphophallus titanum itu terlihat menarik. Berwarna krem pada bagian luar dan pada bagian yang menjulang. Sedangkan mahkotanya berwarna merah keunguan. Sekilas bentuknya saat mekar terlihat seperti bunga terompet.

Rini (38) warga Perumahan Villa Mutiara Gading 3 Blok D7 RT 07/019 Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan mengatakan kalau warga sebelumnya tidak memperhatikan adanya spesies bunga yang biasa disebut Suweg raksasa itu, karena memang tidak terlihat jelas dari jalan terhalang oleh pohon rindang.

“Tahunya pas mekar hari Minggu (23/10/2016) kemarin. Sebelumnya masih kuncup belum mekar. Warga juga banyak yang ngga tahu kalau itu bunga bangkai,” ujar dia ditemui Radar Bekasi Kamis (27/10/2016).

Dikatakan Rini, tumbuhnya spesies bunga bangkai di kebun kosong berukuran 120 meter, belum diketahui siapa yang menanam namun yang jelas warga menilai kalau bunga tersebut tumbuh liar dengan sendirinya karena tidak dipelihara dan merawatnya.

“Setahu kita sih itu tumbuhan liar, tapi informasinya ada tetangga yang menanam sebelumnya, yang penting kalau yang mengaku ada yang menanam dipelihara aja, karena sayang dipegang-pegang jadi rusak,” kata Rini yang rumahnya berada di depan kebun kosong.

Sementara itu, Atin (36) warga sekitar mengatakan kalau setiap menjelang sore tercium bau bangkai dan aroma ‘jengkol’ dari dalam Kebun yang berasal dari bunga bangkai, aroma itu semakin kuat bila masuk magrib.

“Mungkin untuk menarik serangga atau hewan lainnya karena kan makanan dari bunga bangkai serangga yang hinggap di bunga,” ujar dia.

Sambung Atin warga meminta supaya bunga bangkai bisa dipelihara dengan membuat pagar di sekelilingnya sehingga tidak disentuh oleh pengunjung yang melihat dikhawatirkan akan cepat mati.

“Kalau mau lihat banyak yang gemes mau pegang makanya pengen dipager gitu, biar lebih dipelihara,” tandasnya. (dho)


loading...

Feeds