Sebulan, Pungi PKL di Sejumlah Pasar Kota Bekasi Capai Rp7 Juta

PICU PUNGLI: Pedagang Kaki Lima (PKL) di underpass Jalan I Gusti Ngurahrai Bekasi Barat Kota Bekasi, Rabu (26/10/2016) kemarin. Keberadaan PKL di Kota Bekasi dapat memicu Pungutan Liar (Pungli).FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

PICU PUNGLI: Pedagang Kaki Lima (PKL) di underpass Jalan I Gusti Ngurahrai Bekasi Barat Kota Bekasi, Rabu (26/10/2016) kemarin. Keberadaan PKL di Kota Bekasi dapat memicu Pungutan Liar (Pungli).FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Aksi Pungutan Liar (Pungli), menjadi pemandangan sehari-hari di sejumlah pasar di Kota Bekasi. Pedagang Kaki Lima (PKL), menjadi sasaran Oknum petugas dan preman menarik rertibusi dari pedagang.

Puluhan juta setiap bulan uang pungli dari PKL masuk ke kantong oknum preman atau petugas. Selama ini, Pemerintah Kota Bekasi mengaku kewalahan menertibkan para PKL. Pasalnya, para PKL tersebut dibekingi oleh oknum preman.

Untuk memberantas praktik pungli tersebut, Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) akan membentuk tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dengan bekerja sama dengan kepolisian, sebagai bentuk komitmen memberantas pungutan liar terhadap PKL.

Kepala Dispera Abdul Iman mengatakan, saat ini kesulitan dalam melakukan penataan PKL bukanlah mengendalikan para pedagang melainkan oknum-oknum dari aparatur pemerintah dan premanisme yang membekengi.

”Kalau pedagang mah mudah kalau ditata, tapi yang sulit ini adalah para pembekingnya,” katanya kepada Radar Bekasi saat disambangi di kantornya Jalan Ahmad Yani no 1, Rabu (26/10).

Misalnya di Pasar Baru Bekasi, kata Iman, di sekitar tersebut ada beberapa kelompok preman yang membekingi mereka. Tidak tanggung-tanggung satu kelompok mampu meraup Rp7 juta dalam sehari dari para pedagang.

”Nah jadi sebenarnya hal ini lah harus kita berantas, berartikan ada pungli pada pengelolaan PKL yang dilarang oleh pemerintah, namun dihalalkan para kelompok-kelompok demi kepentingan pribadi. Jadi rencananya kita akan bentuk tim, dan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT),” terangnya.

Sambung Iman, dalam pembentukan tim Saber Pungli PKL ini, pihaknya akan membentuk tim yang melibatkan anggota Satpol PP, TNI, dan Polri. ”Paling tidak harus ada oknum kena OTT, sehingga harapan kita PKL di Kota Bekasi bisa tertata dengan baik, dan tidak mengganggu ketertiban umum,” harapnya. (and)


loading...

Feeds