Bos Media Dipolisikan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Dugaan penganiayaan di kantor media berkala berbuntut laporan polisi. Robin Simbolon melaporkan SS ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor laporan LP/1187/K/IX/2016/Sek.Bks.Tim.

Simbolon menceritakan, perlakuan tidak menyenangkan yang diterimanya bermula saat kawannya salah masuk kantor.

“Saya lagi tunggu teman yang mau datang ke kantor. Kan kantor sebelah-sebelahan, jadi nyasar salah masuk kantor. Nah langsung saya samperin. Pelaku kenal saya, tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba saya dipukulin,” kata Simbolon seraya menyebut alamat sebuah kantor media yang berada di Sepanjangjaya, Rawalumbu. Di media itu Simbolon pernah bekerja sebagai wartawan.

Simbolon melanjutkan, karena mendapat serangan, dirinya mencoba keluar dari kantor tersebut. Namun pelaku tetap mengejarnya hingga ke luar kantor.

“Saya dipukul dari dalam kantor. Sampai saya ke luar kantor pun tetap dipukul. Malah pas di luar kantor dia pukulnya pakai balok,’’ beber Simbolon yang sempat bekerja sebagai wartawan dan SS sebagai pemimpin redaksi.

Simbolon mengaku beruntung aksi penganiayaan yang dialaminya tidak berlanjut. Itu lantaran dirinya diselamatkan warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut. Namun, sejumlah luka memar akibat benda tumpul yang mendarat di tubuhnya membawanya harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Pengacara korban, Antoni Sitanggang, menjelaskan peristiwa yang dialami kliennya sudah dilaporkan ke Polsek Bekasi Timur. Namun, dia merasa perkembangan atas kasus yang dilaporkan kliennya ini belum cukup.

’’Sampai sekarang pelakunya masih saksi. Polisi juga beralasan masih mengumpulkan alat bukti,’’ ungkapnya cerita Antoni saat dirinya mempertanyakan kelanjutan laporan kliennya ke Polsek Bekasi Timur.

Antoni berharap kepolisian serius menangani kasus penganiaayan ini. ’’Kami inginkan penegakan UU dan dilakukan penahanan sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (dat)


loading...

Feeds