Apartemen Kemang View ‘Kangkangi’ Pemkot Bekasi

BELUM MILIKI IMB: Gedung apartemen Kemang View yang berada di Jalan Raya Pekayon Kecamatan Bekasi Selatan. Apartemen tersebut diketahui belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan dari Pemkot Bekasi.FOTO:DOK/RADAR BEKASI

BELUM MILIKI IMB: Gedung apartemen Kemang View yang berada di Jalan Raya Pekayon Kecamatan Bekasi Selatan. Apartemen tersebut diketahui belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan dari Pemkot Bekasi.FOTO:DOK/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Apartemen Kemang View, yang berada  di Jalan Raya Pekayon Kecamatan Bekasi Selatan, diketahui melanggar Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kota Bekasi tentang izin mendirikan bangunan.

Pasalnya, bangunan yang berada di Kelurahan Pekayonjaya ini, selain belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bekasi, juga membohongi masyarakat Kota Bekasi. Hal ini dibuktikan, dalam blog Hunian Vertikal maupun website Bekasi Kota telah tercantum IMB tersebut.

Penelusuran Radar Bekasi, pada laman http://kemangview-apartement.blogspot.co.id/ tercantum informasi bahwa, per tanggal 12 November 2012, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bekasi sudah mengeluarkan IMB atas PT Anugrah Duta Mandiri dengan project yang digarapnya yaitu Kemang View Apartment dengan nomor IMB: 503/0534/I-B/BPPT.I/XII/2012.

Di blog itu, juga tercantum papan IMB untuk pembangunan dengan nomor tersebut. Namun, huruf dalam tulisan itu jelas berbeda, diduga telah diedit oleh penggungah.

Begitu juga pada laman bekasikota.go.id, dalam laman ini yang tercantum dalam file PDF disebutkan IMB dengan nomor yang sama. Namun, jika pada laman blog dikeluarkan tanggal 12 November 2012 pada laman ini yaitu tanggal 7 Desember 2012.

Kepala Bidang  Pelayanan Pengendalian Perizinan Jasa Usaha, BPPT Kota Bekasi, Lintong Ambarita menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi belum menerbitkan IMB pembangunan Kemang View. Hal itu disebabkan karena ada kewajiban yang belum dipenuhi oleh pengembang. “Kalau IMB-nya belum terbit karena ada kekurangan pengadaan lahan TPU, tetapi SIPMB sudah,” kata Lintong, Selasa (25/10/2016)

Adanya informasi IMB yang tercantum dalam blog tersebut, Lintong menegaskan bahwa itu bukan IMB maupun SIPMB. Begitu juga informasi IMB pada file PDF bekasikota.go.id. “Perlu kita luruskan, sebagaimana dimaksud dalam blog tersebut. Itu bukan nomor IMB melainkan nomor SIPMB, jadi berbeda antara SIPMB dengan IMB. Kami sampaikan, untuk IMB tetap Kemang View belum kami terbitkan dengan alasan pendaftaran SPH TPU Kemang View belum didaftar ke BPN untuk pensertifikatan hak pakai atas nama Pemkot Bekasi sebagai syarat penerbitan IMB tetap,” paparnya.

Sementara itu, Bagian Operasional Apartemen Kemang View, Kristi mengakui, bahwa nomor tersebut bukan regestrasi bukan IMB melainkan SIPMB. Namun dia tidak mengetahui pasti siapa yang mengunggah file itu di blog Kemang View tersebut. “Itu SIPMB. Nama admin blog-nya siapa saya tidak tahu,” katanya, kepada Radar Bekasi, Selasa (25/10) kemarin.

Mengenai papan yang ada di blog tersebut, ia berkilah kalau itu ditulis oleh seorang admin berdasarkan papan dari BPPT. Padahal papan itu diduga palsu jika dilihat dari kasat mata. Dia juga mengaku tidak mengetahui siapa yang mengurus perizinan pendirian apartemen yang dikelola. ”Di blog mungkin berdasarkan papan yang ada di BPPT. Saya belum tahu historinya,” katanya.

Begitu juga saat ditanya penyerahan lahan TPU sebagai kewajibannya dari pengembang, dia mengaku tidak mengetahuinya. Padahal penyerahan lahan TPU merupakan syarat wajib dikeluarkan IMB. “Saya belum dapat info mengenai penyerahannya,” tutupnya

Sementara itu sebelumnya, Sekretaris Distako Kota Bekasi, Mochamad Sulaeman mengatakan bahwa IMB apartemen Kemang View belum dikeluarkan. Itulah sebabnya, Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan belum juga dapat dikeluarkan.

“SLF itu dikeluarkan setelah IMB. Sebelum dikeluarkan IMB pengembang harus menyerahkan lahan TPU, lahan TPU Kemang View sudah diserahkan, sekarang dalam proses DPPJU. Setelah dari DPPJU nanti ada proses sertifikasi tanah oleh BPN. Kalau udah selesai IMB turun, SLF juga turun,” paparnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pemakaman Pada Dinas Pertamanan Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum (DPPPJU) Kota Bekasi, Helfiana Sudirman mengatakan, kalau lahan TPU sebagai syarat IMB apartemen Kemang View belum diterimanya.

Pernyataan ini berbeda dari yang disampaikan oleh Kabid Pelayanan Pengendalian Perizinan Jasa Usaha, BPPT Kota Bekasi, Lintong Ambarita dan Sekretaris Distako Kota Bekasi, Mochamad Sulaeman yang menyatakan sedang dalam proses. “Belum diserahkan, belum ada. Memang seharusnya sudah ada,” kata Helfi.

Pengamat Kebijakan Publik Kota Bekasi, Didit Susilo mengatakan, tidak mungkin papan IMB itu palsu. Dia menduga ini ada permainan di pejabat terkait dengan pengembang. “Kalau sudah ada papan IMB-nya berati secara administrasi sudah, tetapi memang belum dikeluarkan suratnya karena apa yang menjadi kewajiban kepada Pemkot Bekasi belum dipenuhi. Berarti ada kongkalikong di situ,” katanya.

Menurutnya, yang terpenting di setiap pengurusan IMB, apartemen harus menunjukkan bukti penyerahan lahan TPU sebesar 10m2 per satuan sesuai dengan luasnya apartemen ataupun kondominium yang akan dibangun. “Selama ini kewajiban pengembang terkait TPU memang itu tidak pernah transparan dan jelas,” pungkasnya. (oke)


loading...

Feeds