40 Rumah Warga Rusak Berat

OLAH TKP: Petugas gegana dan Puslabfor Polri tengah olah TKP di lokasi ledakan gas PHD, Jalan Raya Hankam Pondokmelati Kota Bekasi, kemarin (24/10/2016). Sebanyak 4 gas dan satu regulator diamankan oleh Puslabfor Polri guna penyelidikan lebih lanjut.FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

OLAH TKP: Petugas gegana dan Puslabfor Polri tengah olah TKP di lokasi ledakan gas PHD, Jalan Raya Hankam Pondokmelati Kota Bekasi, kemarin (24/10/2016). Sebanyak 4 gas dan satu regulator diamankan oleh Puslabfor Polri guna penyelidikan lebih lanjut.FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, PONDOKMELATI – Pasca ledakan yang terjadi di Pizza Hut Delivery  (PHD), Jalan Raya Hankam RT 04 RW 05, Kelurahan Jatimelati dan tiga rumah di sekitar lokasi, aparat kepolisian bersenjata lengkap terus berjaga-jaga di lokasi.

Hamparan puing-puing bekas ledakan masih berserakan di sekitar lokasi. Puluhan anggota Laboratorium Forensik Bareskrim Polri dengan berbekal gambar peta lokasi terlihat sibuk mencari barang bukti di tumpukan puing, yang dapat dijadikan petunjuk penyebab terjadinya ledakan.

Setelah melakukan pemeriksaan di luar bangunan yang hancur, anggota Labfor kemudian bersiap masuk ke dalam gedung yang kondisinya sudah hancur, untuk menjaga tidak terjadinya ledakan susulan. Semua perangkat elektronik, seperti handphone dimatikan. Sejumlah warga yang hendak mendekat ke lokasi pun dilarang. Polisi khawatir akan terjadi ledakan susulan.

“Tadi mau lewat tapi dilarang polisi, soalnya lagi ada pemeriksaan. Dan emang bau gasnya menyengat banget,” kata Rahmat, warga sekitar yang hanya bisa melihat dari kejauhan

Baca Selengkapanya: Ledakan PHD Pondok Melati Bekasi Ada Campur Tangan Karyawan?

Rahmat melanjutkan tempat tinggalnya berjarak sekitar 200 meter dari tempat kejadian, namun tempat tinggalnya tidak mengalami kerusakan parah, hanya kaca depan rumah yang pecah akibat ledakan tersebut.

“Rumah kan agak jauh, tapi kaca pecah, kalau rusak lainnya sih nggak,” tutur Rahmat.

Kapolsek Pondokgede Sukadi menjelaskan, untuk aktivitas saat ini di TKP masih dilakukan olah TKP oleh tim Labfor.

Dari pemeriksaan di lokasi, dari empat tabung gas isi 50 kg terdapat dua tabung yang masih terisi dan satu tambung gas dalam posisi on saat ditinggalkan tiga karyawan PHD pada pukul 02.00 WIB.

“Dari dua tabung gas yang masih ada isinya sekarang sedang dibuang isinya dengan cara selang dimasukan ke dalam air, agar tidak menyebar ke udara. Setelah isi dibuang, nanti semua tabung akan dibawa ke Polsek Pondokgede, dan untuk selang regulator akan dibawa tim Labfor untuk diselidiki pemicu ledakan,” kata Sukadi saat di lokasi Senin (24/10).

Sukadi melanjutkan, tidak ada tabung gas bocor sebelum terjadi ledakan. Namun ada satu tabung gas yang dalam posisi on tidak mampu menahan tekanan gas yang sangat kencang.

Untuk pemicunya kata Sukadi belum dapat dipastikan, karena banyak penyebab yang dapat memicu terjadinya ledakan.

Sukadi juga memastikan dalam insiden ledakan tersebut tidak ada unsur kesengajan dari karyawan PHD. “Kalau pemicu masih dalam penyeledikan, tapi kalau kebocoran tidak ada, dan sebelum kejadian ada satu gas yang posisinya on saat ditinggal pulang karyawan. Mungkin tekanan gas sangat kuat jadi selang regulator tidak dapat menahan,” ungkap Sukadi.

Camat Pondokmelati, Ika Indah Yarti menjelaskan pihaknya sudah berkerja sama dengan pihak kepolisian. Seperti pembersihan jalan dari puing-puing bangunan PHD dengan menggunakan alat berat yang di sediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Namun, sebelum dilakukan pembersihan jalan, pihaknya menunggu pemeriksaan yang dilakukan kepolisian.

“Kami akan membersihkan jalan dari puing-puing agar masyarakat dapat kembali melintas jalan. Tapi kami harus menunggu pihak kepolisian selesai kerja. Bila sudah dinyatakan bersih baru kami kerja,” ujar Ika.

Ika melanjutkan untuk sementara ada 40 warga yang melaporkan kerusakan tempat tinggalnya. Tapi pihaknya masih melakukan pendataan dengan pihak kepolisian dan pihak PHD.

“Baru ada 40 warga yang melaporkan kerusakan bangunan, nantinya akan diganti rugi oleh pihak PHD. Dan bila ada warga yang sementara ingin menginap di hotel untuk biaya ditanggung pihak PHD,” pungkasnya. (dat)


loading...

Feeds