Pemkot Bekasi Belum Respon Tuntutan Warga Bantargebang Ini

AKSI KREATIF: Puluhan anak-anak Kecamatan Bantargebang membentangkan pamflet tuntutan mendapatkan pendidikan gratis, di area hari bebas kendaraan Jalan A Yani, Minggu (23/10/2016) pagi kemarin.FOTO:IRWAN/RADAR BEKASI

AKSI KREATIF: Puluhan anak-anak Kecamatan Bantargebang membentangkan pamflet tuntutan mendapatkan pendidikan gratis, di area hari bebas kendaraan Jalan A Yani, Minggu (23/10/2016) pagi kemarin.FOTO:IRWAN/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Permintaan masyarakat Kecamatan Bantargebang, khususnya yang berada di sekitar tumpukan sampah TPST Bantargebang untuk mendapatkan pendidikan gratis terus disuarakan. Minggu (23/10/2016) kemarin, puluhan warga yang tergabung ke dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP), melakukan aksi di area hari bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) Jalan A Yani.

Selain menyuarakan tuntutannya, mereka juga melakukan berbagai aksi pencak silat, kritikan lewat pamflet, dan banner. Mereka terdiri dari berbagai komunitas, mulai dari anggota Karang Taruna, komunitas Barudak Luetik serta Teras Aksara.

Dalam pamflet bermacam tulisan seperti. “Tukar Sampah Dengan Pendidikan”, “Jangan Bodohi Pribumi Selamatkan Generasi”, serta beberapa kritikan lainnya coba mereka bentangkan. Aksi para remaja serta orang tua ini turut menjadi perhatian masyarakat di area CFD. Mereka juga coba mengabadikan momen tersebut.

Ketua AMPP Abdul Shomad mengatakan, permintaan yang diinginkan warga Bantargebang hingga saat ini belum direspon Pemkot Bekasi. Kata dia, padahal pihaknya sudah melakukan aksi sejak setahun lalu.

“Kalau dari DKI Jakarta sudah merespon, namun demikian harus berdialog terlebih dahulu pada dinas terkait. Tapi sampai saat ini kita belum diberikan kepastian soal pendidikan gratis,” terangnya.

Menurutnya, permintaannya tidak terlalu muluk-muluk, hanya pedidikan gratis. ”Kami hanya ingin medapat pendidikan yang layak,  bukan uang. Dan ini juga bentuk pelayanan publik,” katanya di sela-sela aksi.

Dijelaskannya, masyarakat Bantargebang sudah terkena dampak lingkungan dan bau sampah sejak puluhan yahun yang lalu. “Makanya sampai kapanpun kita tetap perjuangkan hingga pemerintah peduli,” tegasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Alexander Zurkarnaen mengaku, hingga saat ini dia belum mengetahui adanya keinginan masyarakat Bantargebang untuk mendapatkan sarana dan pendidikan gratis. “Saya belum tau, baru tau dari ente ini,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi, kemarin (23/10/2016).

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi ini, mengaku merespon baik usulan tersebut, demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kecamatan Bantargebang. Dia meminta, masyarakat mengajukan usulan secara formal.

“Namun untuk sampai saat ini belum ada laporan ke Dinas Pendidikan secara formal terkait tuntutan warga Bantargebang,” jelasnya. (and)


loading...

Feeds