Hama Tikus Gagalkan Panen Padi di Kabupaten Bekasi

Ilustrasi Pertanian

Ilustrasi Pertanian

POJOKJABAR.com, TAMBUN UTARA – Petani di wilayah Utara Kabupaten Bekasi diresahkan dengan munculnya hama tikus yang mengancam pertanian mereka. Mereka khwatir, jika hama tikus dibiarkan berkembang biak maka panen musim ini bakal gagal.

“Tahun ini gagal panen karena banyak tikus. Hampir setiap hari mencari tikus tapi tikus enggak pernah habis, padahal setiap harinya bisa dapet tikus 40 sampai 50 tikus,” ungkap salah seorang petani dari Kampung Kalenkendal, RT 02/01, Desa Srimahi, Madul (54), Minggu (23/10/2016).

Ditemui saat hujan turun, dia sedang sibuk mengejar-ngejar hama tikus di areal persawahan miliknya. Menurutnya, tidak saja mewabah di sekitar area Tambun Utara, hama tikus juga menyebar di wilayah kecamatan lain seperti di Kecamatan Sukawangi.

“Kalau di Sukawangi itu di Desa Sukadaya juga tikusnya banyak dan hampir membuat semua panen gagal,” imbuhnya.

Selama lima tahun ini, lanjutnya, dia telah melakukan penanaman padi sebanyak 12 kali. Akan tetapi, dari setiap penanaman padi yang dia lakukan dalam kurun waktu lima tahun tersebut, hanya tiga kali penanaman yang dianggap berhasil.

“Lima tahun ke belakang ini, baru tiga kali panen yang berhasil. Padahal setiap tahun mah nanam terus,” keluhnya.

Dia menambahkan, selain hama tikus yang mengancam panen petani padi di wilayah utara Kabupaten Bekasi, beberapa hama lain juga mengkhawatirkan. Hama selain tikus di antaranya adalah kupu-kupu, lembing, belalang, banjir, hingga kekeringan.

Sebagai buruh tani, dia memang tidak terlalu merasakan kerugian biaya dari modal yang dikeluarkan untuk bercocok tanam. Kendati demikian, upah yang seharusnya dia dapatkan juga semakin minim.

“Kalau panen gagal ya saya bisa nggak dapat upah sama sekali. Padahal kerjaan saya petani, nggak ada pekerjaan lain,” tutupnya. (cr36)


loading...

Feeds