Melihat Aktivitas Wadah Dakwah Islamiyah (1)

KOMPAK: Ketua umum bersama anggota Wadah Dakwah Islamiah (Wahdi) saat foto bersama.FOTO:ANDI/ RADAR BEKASI

KOMPAK: Ketua umum bersama anggota Wadah Dakwah Islamiah (Wahdi) saat foto bersama.FOTO:ANDI/ RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Organisasi Masyarakat (Ormas) Wadah Dakwah Islamyah (Wahdi), memiliki peranan  di bidang sosial. Ormas yang memiliki nama sekretariat, Wahdi Center ini berdomisili di Jalan Jatimakmur, Kelurahan Jatimakmur.

Lembaga yang bergerak membantu mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar ini, mempunyai cara untuk merangsang masyarakat demi mengeluarkan infak yang disalurkan kepada anak yatim, fakir miskin, dan jompo.

“Awalnya saya mendirikan Ormas ini, seringnya mendengarkan keluhan masyarakat yang mendapatkan masalah,” ujar Ketua Umum Wahdi, Ustad Wahyudi Abdul Majid berkisah saat disambangi Radar Bekasi, di sekretariatnya, kemarin (20/10/2016).

Pria yang juga sebagai ulama dan tokoh masyarakat setempat selalu menjadi tempat pengaduan warga sekitar yang mengalami permasalahan kehidupan.

Menurutnya, ketika sering mendapatkan keluhan warga sekitar. Pria yang karib disapa Bang Aji ini, bertekad untuk membuat Organisasi Masyarakat (Ormas) pada tahun 2002.

“Saya berpikiran tanpa wadah (lembaga) sulit untuk berbuat dan membantu warga yang membutuhkan,” kisahnya mengingat masa pendirian ormas.

Dikisahkannya, awal berdiri Wahdi sendiri, mempunyai program dengan menyantuni anak yatim setiap bulan.

Berbagai persoalan sosial kemasyarakatan kerap dihadapi. Wahdi kerap menerima keluhan berbagai persoalan, baik masalah hukum, warga yang ditolak saat berobat di rumah sakit, terjepit bank keliling, hingga masalah rumah tangga.

Menurutnya, lembaga yang didirikan harus mempunyai program yang jelas. Sehingga awalnya program yang dijalankan yakni untuk membina anak yatim.

“Awalnya kita menyantuni anak yatim 10 orang dengan tingkatan RT, namun semakin berkembang dan adanya kemudahan rezeki. Saat ini Wahdi bisa menyantuni 120 anak yatim per bulan yang tersebar di tiga RW yang ada di Kelurahan Jatimakmur,” paparnya.

Dijelaskannya, untuk menyantuni anak yatim, pihaknya tidak pernah melakukan penyebaran proposal, namun adanya semangat para anggota dan para donatur yang tidak diminta, lantaran mengetahui kegiatan yang positif sehingga atas rida Allah ingin mengeluarkan sebagian harta untuk santunan.

“Niat kita tulus berjalan dan berbuat untuk menjalankan sunah Rasul demi mencapai rida Allah, dan Alhamdulillah kita bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. (bersambung)


loading...

Feeds