Usai Pesta Miras, Mulyadi Ditabrak Kereta Api, Kepala, Kaki, dan Tangan Terpisah

Ilustrasi Tabrakan

Ilustrasi Tabrakan

POJOKJABAR.com, CIKARANG BARAT – Seorang lelaki tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta api di pintu perlintasan kereta api 101, Pasar Induk Cibitung, Kelurahan Wanasari, Cibitung, Jumat (21/10/2016). Tubuh lelaki yang diketahui bernama Mulyadi (21) itu hancur dan sulit dikenali.

Peristawa ini terjadi pukul 00.35. Warga di sekitar lokasi yang mengetahui kejadian itu sebelumnya tidak mengenali korban, karena tubuhnya hancur.

Identitas korban diketahui setelah ada warga yang mengetahuinya. Mulyadi merupakan warga Kampung Utan, Kelurahan Wanasari, Cibitung. Ia tertabrak kereta api ketika hendak pulang ke rumah usai pesta Minuman Keras (Miras) dengan rekan-rekannya.

Ucup Sudianto, penjaga pintu perlintasan kereta api 101 Pasar Induk Cibitung, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, mengatakan Mulyadi tertabrak kereta api yang melintas dari arag barat menuju timur.

“Bagian kaki, kepala dan tangan korban terpisah-pisah,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cikarang Barat Kompol Hendrick Situmorang, mengatakan dari keterangan saksi Asep Hadian (52), pada pukul 18.00, Mulyadi bersama temannya sedang mabuk minuman keras. Selepas Maghrib, datang orang tua korban, Marsan (46) yang mencari keberadaan anaknya di tempat biasa mangkal.

“Orang tua korban menyuruh anaknya segera pulang, namun korban tak memperdulikan perintah orang tuanya. Korban hanya melontarkan jawaban singkat, ‘ya nanti’. Orang tua korban pun pulang kembali ke rumah,” ungkapnya.

Ketika orang tua korban berada di rumah, mereka mendapat kabar dari teman Mulyadi sekitar pukul 20.00 kalau anaknya mengamuk. Selanjutnya, Marsan kembali mencari anaknya itu, tetapi tidak berhasil ditemukan.

Marsan memutuskan kembali ke rumah, namun pada tengah malam mereka mendapat kabar kalau Mulyadi tewas tertabrak kereta api.

“Waktu kami di lokasi orang tuanya sudah ada, dan ikut bersama kami mengantar jenazah korban ke RSUD Kabupaten Bekasi guna menjalani visum dan autopsy,” ucapnya. (dho)


loading...

Feeds