Petisi Tolak Bajaj Masuk Kota Bekasi Baru Ditandatangani 29 Netizen

TOLAK BAJAJ: Petisi menolak bajaj masuk Bekasi yang digalang netizen.

TOLAK BAJAJ: Petisi menolak bajaj masuk Bekasi yang digalang netizen.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Petisi tolak bajaj di Bekasi digalang netizen. Tapi hingga Jumat (21/10/2016) kemarin pukul 14.00 baru 29 warga Dumay (Dunia Maya) yang menandatangani petisi online yang digagas akun Masyarakat Peduli Bekasi tersebut.

Di situs yang menampilkan berbagai petisi dari seluruh dunia dan salah satunya petisi tolak bajaj masuk Bekasi, juga banyak mendapat komentar dari para netizen. Usai menandatangani petisi, para netizen juga menyampaikan komentar. Seperti Emma Rahmawati yang mengatakan “fokus pada angkot saja dulu, kasian kang angkot nanti nambah sepi yang menggunakannya. Toh sudah banyak jasa online juga buat apa ada bajaj di Bekasi cuma nambah macet,” kata Emma.

Begitu juga yang diungkapkan Dicky Suwanto yang mengucapkan “Saya menandatangani ini karena warga Bekasi butuh transportasi masal yang lebih mumpuni dibanding bajaj yang malah sering menjadi biang kemacetan di wilayah ibu kota,” cuap Dicky usai menandatangani petisi.

Sementara, Mikhael Prianto yang juga menandatangi petisi tolak bajaj masuk Bekasi berkomentar. “Bekasi udah banyak kendaraan umum, jadi tidak perlu menambah kendaraan lagi!!. Benarkan dulu jalanan yang berlubang, dan lampu penerangan di setiap jalan,” tandasnya.

Selain membuat petisi di media sosial yang ditujukan ke Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi. Beberapa elemen masyarakat bersama pengemudi angkot dan ojek online akan bergabung untuk melakukan aksi besar-besaran di depan kantor Wali Kota dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi untuk menolak kehadiran bajaj pada Senin nanti (24/10/2016).

Rencananya, masing-masing pihak yang akan ikut aksi akan mengerahkan massa dalam jumlah besar, seperti ojek online yang berjanji akan mengerahkan 1.000 massa , dalam aksi pada Senin nanti. “Ini kita abis rapat nih, Senin kita gabungan mau aksi tolak bajaj di kantor Pemkot dan DPRD Kota Bekasi,” ungkap Roy usai mengikuti rapat rencana aksi.

Diberitakan sebelumnya, Ketua RW 15 Kelurahanan Bekasijaya Jamiat mengatakan, demi kemajuan kota dan mengembangkan perekonomian masyarakat, keberadaan Angling (Angkutan Lingkungan) memang dibutuhkan. “Tapi di sinikan kalau ada hal yang baru pastinya harus dipikirkan juga dari pesaingnya yang merasa berkurang penumpang,” tuturnya.

Dikatakannya, saat adanya ojek online para tukang ojek pangkalan merasa sangat tersaingi apalagi adanya angling. “Tentunya bakalan terjadi gesekan. Namun karena dalam hal ini pemerintah mempunyai kebijakan dalam penataan angkutan. Demi keamanan dan ketenteraman pendeteksian dini terjadi keributan harus dicegah,” ujarnya.

Namun ada juga warga yang menyambut baik kehadiran bajaj di Kota Bekasi, seperti Aji (32) memaparkan keberadaan angling pastinya akan bermanfaat. Kata dia, sebab satu angkutan bisa membawa tiga orang, dan barang banyak juga bisa terangkut. Dirinya juga berpendapat pada awal munculnya angling pasti bakalan terjadi gesekan dengan tukang ojek yang merasa rezekinya terganggu.

“Kalau ojek kan hanya bisa membawa satu orang. Kalau kekhawatiran gesekan pasti ada, karena dengan adanya ojek online sangat meresahkan mereka, apalagi dengan adanya angling ini. Pasti penghasilan ojek pangkalan semakin terkikis,” pungkasnya. (dat)

AHM Luncurkan All New Honda PCX Produksi Indonesia

loading...

Feeds