Panwaslu Kabupaten Bekasi Awasi Petahana setelah Cuti

Pilkada Kabupaten Bekasi.

Pilkada Kabupaten Bekasi.

POJOKJABAR.com, KEDUNGWARINGIN – Panwaslu Kabupaten Bekasi diminta melakukan pengawasan secara maksimal pada masa tenang sebelum pemungutan suara. Itu untuk mencegah adanya kegiatan jelang pemungutan suara.

Ketua Tim Pemenangan pasangan Imam, Erman Ahmad, mengatakan pengawas pemilu perlu melakukan pengawasannya dalam masa tenang. Supaya pelaksanaan Pilkada 2017 mendatang berjalan damai.

“Ya itu kan tugas panwas untuk mengawasi secara jernih dan ketat saat masa tenang, apalagi ketika petahana kembali menjabat. Kalau kita mau pilkada damai, hindarkan kecurangan. Kalau terhindar kecurangan, Insya Allah kita damai,” ucapnya.

Sementara itu, Tim Pemenangan Pasangan Menarik, Yaya Ropandi, mengaku tidak khawatir dengan persoalan tersebut. Karena, kata dia, waktu cuti di luar tanggungan negara sesuai dengan Undang-Undang.

“Saya kira normatif saja. Kita mengacu pada Undang-Undang-nya. Saya kira dengan waktu tiga hari itu tak akan efektif lah untuk melakukan itu,” katanya.

Sementara itu, Sardi, tim Pemenangan Pasangan Neneng YES, mengatakan kalau pihaknya tidak akan memobilisasi massa. Ia berjanji kalau pihaknya akan komitmen dengan peraturan yang ada.

“Insya Allah enggak akan lah. Kita sudah komitmen kok apa yang tertuang dalam regulasi kita ikuti dan jalankan dengan baik. Kita tak mau mencederai lah. Dan percaya kita akan objektif,” ujarnya.

Anggota Panwaslu Kabupaten Bekasi, Iwan Setiono, mengatakan kembali aktifnya petahana setelah cuti sudah sesuai dengan peraturan.

“Undang-Undang-nya kan gitu. Kecuali dalam agenda kedinasan ada ajakan untuk memilih itu tidak boleh. Kalau misalnya dia ada menghadiri acara PKK ya bicaranya mengenai PKK. Kalau saat itu nyampain visi misi itu tak boleh. Dan pasti akan kita awasi ketat saat masa tenang,” tuturnya.

Sedangkan Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Idham Holik, menegaskan cuti petahana berdasarkan Peraturan KPU RI Nomor 12 Tahun 2016 tentang Kampanye.

“Dalam aturannya memang seperti itu (cuti hingga 11 Februari 2017),” singkatnya.

Diketahui bahwa, tiga hari sebelum pemungutan suara, calon kepala daerah petahana kembali bertugas dan menyelesaikan cuti di luar tanggungan negara. (neo)


loading...

Feeds