Limbah Medis RSUD Kota Bekasi Diperjualbelikan

Ilustrasi Obat Terlarang.

Ilustrasi Obat Terlarang.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Limbah medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi disinyalir diperjualbelikan oleh oknum pegawainya sejak tahun 2015. Padahal limbah tersebut berpotensi sangat membahayakan dan menebar penyakit menular di tengah-tengah masyarakat.

Dugaan diperjualbelikannya limbah rumah sakit berpelat merah itu dilontarkan Syahreallayali, anggota DPRD Kota Bekasi. “Harus ditelisik siapa pemain itu. Kalau memang ada oknum pengelolaan limbah, maka inspektorat harus turun tangan ke bawah,” ungkap anggota Komisi D DPRD itu.

Pria yang akrab disapa Ral mendesak ke pihak aparat hukum, segera dilakukan penindakan apabila terjadi penjual belian limbah berbahaya dan beracun itu. “Kalau tidak ditindak segera, dikhawatirkan bisa berdampak ke kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Seharusnya, dalam pengelolaan limbah medis, kata politisi Hanura ini, sesuai dengan aturan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) no 37 tahun 2012 tentang penyelenggaraan labotarium Puskesmas. Di mana dalam aturan itu setiap limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tidak boleh didaur ulang.

Ral mengaku, belum pernah mendapat laporan terkait peleburan limbah medis milik RSUD. Seharusnya, seluruh hasil kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat bisa dilibatkan anggota dewan. Setidaknya, sebagai pengawas. “Kalau sudah ada yang bermain limbah medis ini, siapa yang bertanggung jawab,” jelasnya.


loading...

Feeds

Pemkot Cirebon, memberikan bantuan kepada korban banjir. Foto: pey/pojokjabar

Pemkot Beri Bantuan Korban Banjir Suba

POJOKJABAR.com CIREBON-Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon langsung memberikan bantuan langsung ke warga yang terdampak banjir luapan aliran sungai Suba, Jumat (23/2/2018) …