Dua Paslon Ini Kampanye Dulu Baru Laporkan Dana

Pilkada Kabupaten Bekasi.

Pilkada Kabupaten Bekasi.

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Dua paslon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi, memilih akan menyerahkan Laporan Penerimaan dan Penggunaan Dana Kampanye (LPPDK) setelah kampanye terbuka terakhir pada 11 Februari mendatang.

Mengingat mepetnya waktu, KPU Kabupaten Bekasi mengimbau supaya pihak terkait perlu memperhatikan pelaporan penggunaan dana kampanye dalam menentukan waktu kampanye Rapat Umum (terbuka).

“Dalam menentukan tanggal kampanye Rapat Umum, kepada tim kampanye harus memperhatikan kesiapan laporan penggunaan dana kampanye pada tanggal 12 Februari 2017. Karena kalau tidak lapor ke KPU Kabupaten Bekasi di tanggal tersebut tidak dilibatkan dalam pemilihan,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Idham Holik.

Hari terakhir kampanye tersebut merupakan H-1 sebelum penyerahan Laporan Penerimaan dan Penggunaan Dana Kampanye (LPPDK) ke KPU Kabupaten Bekasi untuk selanjutnya diaudit oleh Akuntan Publik pada 12 Februari 2017.

Jika terlambat dalam menyerahkan laporan tersebut ke KPU Kabupaten Bekasi maka sanksinya bisa sampai pada tidak dilibatkan dalam pemungutan suara di 15 Februari 2017.
Walaupun demikian, tim dari kedua bakal pasangan calon kepala daerah tersebut, yakin kalau LPPDK itu bisa disampaikan tepat waktu kepada pihak terkait.

Tim Pemenangan MENARIK, Yaya Ropandi mengatakan, pihaknya sudah memperhitungkan seberapa besar anggaran yang akan dikeluarkan oleh pihaknya sebelum dilaksankannya Kampanye Rapat Umum.

“Kalau laporan dana kampanye kan kita sudah prediksi. Kita kan sudah prediksi untuk kegiatan itu anggaran X rupiah pengeluarannya, totalnya,” ujarnya.

Dengan adanya batasan anggaran di KPU Kabupaten Bekasi, tentu mempermudah pihaknya untuk menyampaikan laporan.

“Besoknya sudah tinggal anterin, malamnya sudah beres juga. Siangnya juga udah beres tinggal surat tanda terimanya aja,” kata dia memperkirakan.

Tim Pemenangan Neneng YES, Kardin mengatakan, pihaknya juga berencana untuk melakukan Kampanye Rapat Umum pada 11 Februari 2016 mendatang.

Disinggung apakah pihaknya khawatir jika waktunya mepet, kata dia, akan dikaji lebih lanjut.

“Iya (Kampanye Rapat Umum 11 Februari 2016), kita lihat dulu nanti seperti apa saya juga belum nge-check (memeriksa) secara detail ya,” hemat Kardin. (neo)


loading...

Feeds