Disdukcapil Perketat Pengawasan Warga Asing Tinggal di Bekasi

KOTA TRANSIT: Lapangan Alun-alun Kota Bekasi di Jalan Veteran Kota Bekasi. Munculnya jalur transportasi baru seperti Light Rail Transit (LRT) dan jembatan layang Becakayu.FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

KOTA TRANSIT: Lapangan Alun-alun Kota Bekasi di Jalan Veteran Kota Bekasi. Munculnya jalur transportasi baru seperti Light Rail Transit (LRT) dan jembatan layang Becakayu.FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Semakin tumbuhnya infrastruktur dan transportasi yang terhubung antara Kota Bekasi dan Provinsi DKI Jakarta, membuat Kota Patriot mulai dilirik para perantau ibu kota untuk tinggal di Bekasi.

Perkembangan transportasi terintegrasi, seperti Transjakarta, serta bakal hadirnya tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu), adanya moda transportasi Light Rail Transit (LRT), menjadi pilihan warga memilih tempat tinggal dan menetap di Kota Bekasi.

Untuk saat ini saja, jumlah orang asing sudah mulai banyak yang singgah di Kota Bekasi, walaupun mempunyai aktivitas di DKI Jakarta. Begitu juga warga domestik yang menetap di Kota Bekasi, namun tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sebagian besar mereka mempunyai aktivitas di luar Bekasi.

Sesuai hasil operasi yustisi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, ada ratusan warga yang terdata, dan beberapa orang asing yang kedapatan tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Bekasi.

Namun sayangnya dalam hal ini tidak adanya sanksi tegas, membuat persoalan tersebut berlalu begitu saja. “Sanksinya memang Tindak Pidana Ringan (Tipiring), jadi saat kita temukan dalam operasi langsung sidang di tempat dan membayar denda administrasi,” ujar Jamus, Kepala Bidang pengembangan dan Proyeksi kependudukan Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Kepada Radar Bekasi, kemarin (21/10/2016).

Namun, saat ditanyakan berapa detail data yang dihimpun Disdukcapil warga yang tidak memiliki administrasi kependudukan Kota Bekasi, Jamus belum bisa memberikan informasi. “Saya lagi di luar bang, jadi tidak berani memberikan data. Takut salah informasi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, pengamat kebijakan publik, Didit Susilo mengatakan, sebagai kota yang berdekatan dengan Ibu Kota, Bekasi memang menjadi salah satu pilihan perantau yang mempunyai aktivitas.

“Tentunya dalam hal ini menjadi perhatian, sebab semakin maju pertumbuhan. Tidak sedikit kelompok yang memanfaatkan untuk kepentingan negatif,” ujarnya.

Dirinya memaparkan, sudah berapa kali adanya teroris yang tertangkap di Kota Bekasi, serta gembong narkoba. “Sudah pasti dengan fasilitas transportasi dan kemajuan infrastruktur yang ada di kota besar, menjadi sasaran empuk untuk suatu kelompok menjalankan niat jahat, atau bisnis haram,” bebernya.

Menurut, Didit perlunya ada wajib lapor 24 jam bagi warga yang singgah di Kota Bekasi namun tidak memiliki KTP perlu dikendalikan. Menurutnya perlu ada ketegasan dan kerja sama stakeholder.

“Tumbuhnya peradaban dan kemajuan kota, harus didukung kewaspadaan dini. Demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan nyaman,” tandasnya. (and)


loading...

Feeds

IMBAUAN: Kapolres Sukabumu, AKBP Nasriadi menyampaikan imbauan di hadapan jamaah salat Jumat di Masjid Agung Palabuhanratu.

Polres Sukabumi Siap Dampingi Ulama

Dalam imbauannya, perwira pangkat dua bunga melati emas itu siap memberikan jaminan kepada para ustadz yang akan menjalankan tugasnya sebagai …
Air merendam rumah warga di Kec. Pasaleman yang tingginya hampr menutup rumah. Foto: Bagja/pojokjabar

1.000 KK Korban Banjir Butuh Bantuan

POJOKJABAR.com, CIREBON – Lebih dari 1.000 Kepala Kelurga (KK) di Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon menjadi korban bencana banjir akibat jebolnya …