Sepakat! Biaya Kampanye Pilkada Kabupaten Bekasi 2017 Dibatasi Rp25 Miliar

Pilkada Kabupaten Bekasi.

Pilkada Kabupaten Bekasi.

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – KPU Kabupaten Bekasi dengan tim pemenangan bakal pasangan calon bupati dan wakil Bupati Bekasi sepakat menetapkan batasan biaya kampanye Pilkada 2017 mendatang sebesar Rp25.022.274.736.

Angka yang disepakati itu berbeda dengan apa yang sebelumnya diusulkan KPU Kabupaten Bekasi kepada tim bakal pasangan calon kepala daerah beberapa waktu lalu, yaitu sebesar Rp57.999.844.736.

Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Idham Holik menjelaskan, KPU RI sudah memiliki simulasi untuk batasan biaya Pilkada Kabupaten Bekasi. Pihaknya bersama dengan tim bakal pasangan calon kepala daerah sudah menyepakati angka tersebut dan sudah dikonsultasikan ke KPU Jawa Barat.

Idham menjelaskan, dalam simulasi batasan anggaran kampanye dari KPU RI berkisar antara Rp18,6 miliar sampai dengan Rp50 miliar.

Lebih lanjut, Idham menuturkan bahwa pada batasan biaya kampanye sebesar Rp25 miliar itu, biaya paling banyak ialah untuk pembuatan bahan kampanye sebesar Rp17.826.285.000.

Angka tersebut berbeda dengan draf desain pembatasan pengeluaran dana kampanye yang sebelumnya diusulkan KPU Kabupaten Bekasi. Dalam usulan sebelumnya, biaya pembuatan bahan kampanye sebesar Rp53.478.555.000.

“Karena (penentuan batas kampanye) itu kan kembali pada kemampuan keuangan mereka. Kalau saya sih yakin tidak seluruhnya mereka akan gunakan. Karena uang segitu kan besar,” ujarnya.

Menanggapi turunnya pembatasan biaya kampanye, Ketua Tim Pemenangan IMAM, Herman Ahmad mengaku tidak keberatan. Karena itu merupakan batasan maksimal penggunaan biaya kampanye.

“Ini sebenarnya bukan angka yang harus kita pakai. Kita kan beri toleransi teman-teman yang ingin memakai sejumlah itu. Mungkin kita hanya akan menggunakan Rp5 miliar sampai Rp10 miliar,” ujarnya.

Dirinya menilai kalau penggunaan anggaran yang besar untuk maju sebagai bakal calon kepala daerah maka potensi korupnya akan lebih besar. “Semakin besar angka, hampir dipastikan orang itu akan korup,” tambahnya.

Sementara itu, Tim Pemenangan MENARIK, Yaya Ropandi mengatakan, mengenai batasan bukan tentang atau besar atau kecilnya anggaran untuk kampanye.

Namun, mengenai lebih besarnya potensi melakukan korupsi jika seseorang menggunakan biaya yang besar dalam kampanye ia sepakat. “Menurut kami cukup realistis, karena lebih diarahkan pada pertemuan-pertemuan terbatas,” ucapnya. (neo)


loading...

Feeds