Menengok Poomsae TI Kabupaten Bekasi, Tambah Atlet, Imbangi Persaingan Porda 2018

Ilustrasi Atlet Taekwondo.

Ilustrasi Atlet Taekwondo.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Posisi Taekwono Kabupaten Bekasi memang tidak seperti daerah lain yang sudah memiliki segudang atlet tokcer. Baik di kategori poomsae maupun kyorugi. Kabupaten Bekasi terbilang masih belajar untuk menapaki jalan pada dua kategori tersebut.

Kategori kyorugi yang sejauh ini, sudah memberikan harapan bagi TI Kabupaten Bekasi. Peran Desiyana Jayanti saat membela Jabar di PON XIX 2016 secara tidak langsung menjadi catatan keberhasilan pembinaan pada sektor kyorugi.

Namun, di sektor lain pekerjaan rumah masih dihadapi TI Kabupaten Bekasi. Trobosan harus dilakukan guna menghindari adanya kedodoran prestasi pada kategori poomsae.

Keseimbangan prestasi pada dua nomor tersebut harus dilakukan TI Kabupaten Bekasi jelang Porda XIII 2018. Apalagi, Porda kali ini akan berlangsung di Kabupaten Bogor, daerah yang memiliki bibit-bibit poomsae terbaik. Alhasil, persaingan jelas akan terasa berat bagi Kabupaten Bekasi.

Menyadari hal tersebut, Sekretaris umum (Sekum) pengurus cabang (Pengcab) TI Kabupaten Bekasi, Saiful Rahim, segera menerapkan sistem kebut, guna mendapatkan atlet dengan kemampuan di atas rata-rata. Baginya, poomsae ini tidak hanya pelengkap, ketika kyorugi Kabupaten Bekasi mulai menancapkan prestasinya.

”Saat ini baru sekitar 200 atlet (poomsae). Butuh tambahan untuk bisa memilah mana yang terbaik sebagai delegasi dari Kabupaten Bekasi di Porda nanti,” terang Saiful kepada Radar Bekasi, Rabu (19/10/2016).

Penambahan ini akan terjadi sebelum berlangsungnya waktu sentralisasi pemusatan latihan cabang (pelatcab) pada awal 2017. Selain untuk memaksimalkan hasil seleksi, penambahan atlet ini bertujuan untuk terciptanya persaiangan di antara atlet poomsae.

Sebab, untuk bisa menjadi atlet poomsae tidak boleh sembarangan. Menurut Saiful, butuh teknik dengan akurasi yang tepat agar mendapatkan jurus yang sesuai.

Sementara itu, Sekum II TI Kabupaten Bekasi, Aan Anugerah mengungkapkan, keberadaan poomsae ini harus bisa mengikuti peta persaiangan antara Kota Bandung dan Kabupaten Bogor. Minimal, medali emas yang biasa mereka raih bisa diganggu oleh Kabupaten Bekasi.

”Poomsae itu identik dengan Bandung dan Bogor. Kabupaten Bekasi bisa mengurangi tensi persaingan keduanya dengan cara menyodok melewati mereka,” tandas dia (*)


loading...

Feeds

Air merendam rumah warga di Kec. Pasaleman yang tingginya hampr menutup rumah. Foto: Bagja/pojokjabar

1.000 KK Korban Banjir Butuh Bantuan

POJOKJABAR.com, CIREBON – Lebih dari 1.000 Kepala Kelurga (KK) di Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon menjadi korban bencana banjir akibat jebolnya …