Marak Kekerasan Anak, BPPKB Ajukan Raperda

Ilustrasi.

Ilustrasi.

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) mengujakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat. Raperda ini dibuat untuk melindungi anak yang selama ini kerap menjadi korban kekerasan.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Fatma Hanum, menyambut baik raperda ini. Ia meminta agar raperda ini nantinya menjadi payung hukum untuk melindungi anak-anak Kabupaten Bekasi.

“Memang belum pembahasan masih pengajuan saja, tapi kita setuju kalau ada perda yang melindungi payung hukum terhadap anak,” ujarnya.

Pengajuan raperda tersebut, menurut Hanum, sudah tepat. Karena BPPKB nantinya akan dipecah menjadi dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sehingga penerapan perda tersebut akan lebih maksimal.

“Kalau dipisah jadi lebih fokus lagi dengan kependudukan dan juga perlindungan anak,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPPKB Kabupaten Bekasi, Encep S Jaya, mengatakan Raperda Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat sudah diperlukan, meski pihaknya sudah membentuk KPAD. Karena faktanya, kata dia, masih banyaknya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Bekasi.

“Ini sebagai payung hukumnya saja dan kita juga sudah buat KPAD,” ujarnya.

Disinggung jumlah angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bekasi, Encep mengaku belum bisa mengatakannya. Namun ia mengakui dari sejumlah kasus kekerasan terhadap anak ada yang paling menonjol atau ekstrem.

“Kalau bicara angka saya harus bawa data dong. Secara umum ada datanya, cuma kalau angka-angka saya harus bawa. Yang (kasus) ekstrem ada, yang biasa juga ada,” ucapnya.

“Harapannya tentu saja, permasalahan-permasalan yang dihadapi anak-anak, khususnya di Kabupaten Bekasi diselesaikan dengan baik,” imbuhnya. (dho)

AHM Luncurkan All New Honda PCX Produksi Indonesia

loading...

Feeds