Kota Bekasi Belum Siap Smart City!

BELUM BEROPERASI: Pekerja tengah mengecek komputer server Patriot Operation Center (POC) di Kantor Pemerintah Kota Bekasi, kemarin.  POC tersebut untuk mengelola layanan pelaporan dan aspirasi warga yang terintegrasi melalui aplikasi Smart City.FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

BELUM BEROPERASI: Pekerja tengah mengecek komputer server Patriot Operation Center (POC) di Kantor Pemerintah Kota Bekasi, kemarin. POC tersebut untuk mengelola layanan pelaporan dan aspirasi warga yang terintegrasi melalui aplikasi Smart City.FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Program Patriot Operatyion Center (POC), hingga saat ini belum dimanfaatkan dengan baik. Sejumlah kendala dihadapi pemerintah Kota Bekasi dalam menjalankan program tersebut,salah satunya Sumber Daya Manusia (SDM) operator.

Padahal, POC merupakan pendukung dari Program Smart City. Melalui POC, warga bisa mengadukan berbagai permasalahan  atau pelayanan public yang tidak maksimal, seperti jalan rusak, sampah dan lain sebagainya.

Kepala Bidang Perencanaan Dinas Tata Kota (Distako) Erwin Gwinda mengakui program tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya. Dia  menjelaskan hal tersebut ada tiga faktor, diantaranya, terkait Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak siap, fasilitas, dan anggaran.

Dipaparkannya, meskipun  pengaduan sudah masuk melalui POC, namun saat diinformasikan kepada dinas tekhnis tidak ditindaklanjuti,”Nah ini masalah SDM. Padahal banyak laporan yan masuk, tapi tidaklangsung ditanggapi seperti yangtelah direncanakan,”tuturnya.

Sedangkan terkait fasilitas,  kondisi kendaraan dan peralatan juga belum tersedia. Sementara anggaran, hingga saat ini pemerintah Kota Bekasi belum menyiapkan,”Jadi memang belum siap untukmenjalankan program ini,”imbuhnya.

Menurutnya, hal tesebut butuh kerjasama antar lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).”Kita akui untuk hal ini butuh anggaran dan SDM yang mumpuni serta siap dalam menjalankan tugas. Standar Operasional Prosedurnya juga harus didahulukan,”ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan Ahmad Yani no 1, Rabu (19/10/2016).

Erwin menjelaskan, pihaknya akan melakukan rapat evaluasi bersama dinas terkait yang terlibat pada pelayanan public yang terkoneksi dengan system POC, untuk membahas tiga kendala tersebut.

”Untuk saat ini kan yang sering menjadi aduan terbanyak masyarakat ada tiga masalah. Yakni, soal jalan berlubang, tumpukan sampah, dan kemacetan. Namun semua itu sangat kita akui belum berjalan, oleh sebab itu dengan adanya evaluasi bisa kita tindaklanjuti melalui kerjasama SKPD dengan memaksimalkan kinerja, meskipun adanya beberapa faktor yang menjadi kendala,”jelas pria yang juga sebagai Sekretaris Smart City Kota Bekasi ini.

Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan Abdillah mengatakan,  untuk pengangkutan secara cepat tumpukan sampah yang berada dilingkungan masayarakat masih banyak kendala yang dialaminya.

Dijelaskan Abdillah, selain kondisi TPA Sumurbatu yang tidak memungkin, pihaknya juga sedang melakukan pendataan untuk menyambung kepada system.Untuk pemasangan GPS kata dia, masih dalam tahapan ujicoba.

”Kita masih dalam upaya – upaya untuk pelayanan public, dan untuk masalah system nya kita sudah lakukan observasi dengan Kota Bandung, dan target kita bisa berjalan dengan baik pada tahun 2017,”ujarnya.(and)


loading...

Feeds