Di Kabupaten Bekasi, Gas Melon Langka!

GAS LANGKA : Ani (45), warga Kampung Kandanggereng RT01/06, Desa Jayamukti, Cikarang Pusat memasak menggunakan kayu bakar karena gas 3 kilogram langka.FOTO:RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

GAS LANGKA : Ani (45), warga Kampung Kandanggereng RT01/06, Desa Jayamukti, Cikarang Pusat memasak menggunakan kayu bakar karena gas 3 kilogram langka.FOTO:RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, TAMBUN UTARA – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram mulai dirasakan warga di beberapa kecamatan. Jika sebelumnya kelangkaan gas melon ini hanya di Kecamatan Tambun Utara, kini semakin meluas hingga ke kecamatan lainnya seperti Cibitung dan Cikarang Pusat.

Di Tambun Utara, kelangkaan gas melon diduga disebabkan karena pembatasan kuota ke distributor. Diduga kecamatan lain yang mengalami kelangkaan gas melon juga disebabkan karena pengurangan jatah. Langkanya gas 3 kilogram ini sudah terjadi sekitar dua minggu.

Ani (45), warga Kampung Kandanggereng RT01/06, Desa Jayamukti, Cikarang Pusat terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak. Karena sejak sekitar seminggu yang lalu ia kesulitan mendapatkan gas melon di warung-warung.

Menurutnya, bukan hanya ia yang menggunakan kayu bakar untuk memasak, tapi warga lainnya di Kampung Kandanggereng juga melakukan hal yang sama.

“Untungnya di sini masih pepohonam sehingga banyak ranting dan kayu yang kita bisa gunakan untuk memasak,” katanya.

Kata Ani, warga di kampungnya sudah terbiasa menggunakan kayu bakar untuk memasak. Namun setelah ada gas melon, warga beralih menggunakan bahan bakar tersebut untuk memasak. Dan kini, warga kembali beralih menggunakan kayu bakar karena gas 3 kilogram langka.

“Tapi ini nggak selamanya kita pake, kalau langka aja kayak sekarang, karena kayu kan bakal habis nantinya, apalagi sudah banyak kawasan industri di sini, kalau sudah banyak lagi penjualan gas kita juga bakal masak dengan gas lagi,” ungkapnya.

Kelangkaan gas juga dikeluhkan warga di Kecamatan Cibitung. Sudah sekitar dua minggu warga kesulitan mendapatkan gas 3 kilogram di pengecer. Sekalipun ada, harganya jauh lebih mahal.

“Memang karena langka terpaksa kita naikan (harga gas 3 kilogram), harga belinya juga naik sekarang eceran aja sudah Rp30 ribu pertabung,” ujar Wulan, pengecer gas elpiji di Cibitung.

Wulan kini hanya mendapat jatah 20 tabung gas melon. Jumlah itu kata dia, tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang mencapai 50 tabung gas setiap hari.

“Permintaan banyak tapi gasnya dikit makanya kita kewalahan,” katanya.(dho)


loading...

Feeds

IMBAUAN: Kapolres Sukabumu, AKBP Nasriadi menyampaikan imbauan di hadapan jamaah salat Jumat di Masjid Agung Palabuhanratu.

Polres Sukabumi Siap Dampingi Ulama

Dalam imbauannya, perwira pangkat dua bunga melati emas itu siap memberikan jaminan kepada para ustadz yang akan menjalankan tugasnya sebagai …
Air merendam rumah warga di Kec. Pasaleman yang tingginya hampr menutup rumah. Foto: Bagja/pojokjabar

1.000 KK Korban Banjir Butuh Bantuan

POJOKJABAR.com, CIREBON – Lebih dari 1.000 Kepala Kelurga (KK) di Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon menjadi korban bencana banjir akibat jebolnya …