Berkas Tersangka Vaksin Palsu P21

Ilustrasi vaksin Palsu.

Ilustrasi vaksin Palsu.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Kasus vaksin palsu sempat tenggelam. Belakangan, kini aparat penegak hukum mengangkat kembali kasus yang sempat menyedot perhatian warga. Berkas 19 tersangka kasus ini diklaim sudah dilimpahkan penyidik Bareskrim Polri ke Kejaksaan Negeri Bekasi.

Kepala Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi, Didik Istiyanta mengatakan berkas ke 19 tersangka sudah P21 dari penyidik. Sementara berkas perkara tersebut sudah memasuki tahap II dalam artian sedang dalam penyusunan dakwaan yang akan dibacakan disaat persidangan nanti di Pengadilan Negeri Bekasi. Untuk ke 19 tersangka kini mendekap di dua Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Bulak Kapal dan Pondokbambu.

“Berkas sudah P21 kini tinggal penyusunan dakwan untuk di pengadilan nanti,” kata Didik Rabu (19/10/2016).

Juru bicara Kejaksaan Negeri Bekasi, Firly Sarkowi mengungkapkan pihak penyidik Bareskrim sudah melimpahkan berkas perkara kasus vaksin palsu tersebut pada Selasa 19 Oktober 2016. Dan penuntut umum menerima berkas tersebut karena sudah dianggap lengkap. “Berkas sudah lengkap jadi kami terima dan tinggal kami menyusun berkas dakwaan,” ujar Firly.

Diberitakan sebelumnya, pasangan Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina ditangkap karena diduga melakukan pemalsuan obat-obatan jenis vaksin balita. Rumah mewah berlantai tiga yang baru ditempati selama dua tahun oleh pasutri ini menjadi tempat produksi vaksin palsu. Warga tidak mengetahui bahwa di rumah tersebut memproduksi vaksin balita palsu.

Warga baru mengetahuinya dari informasi yang beredar di media massa. Komandan Regu Sekuriti setempat, Eko Supriyanto, menceritakan saat malam pengerebekan, dirinya sedang berada di pos jaga, tiba- tiba datang beberapa mobil yang menayakan rumah kediaman Rita Agustina dan minta ditunjukan lokasi rumahnya.

“Saya lagi jaga di pos, diminta ikut ke rumah ibu Rita sama polisi pakaian preman. Ternyata di lokasi udah polisi juga tapi salah rumah, karena pemilik rumahnya namanya sama Rita juga,” kata Eko.

Usai digeledah Rita berserta suami di masukan kedalam mobil berwarna hitam. Dari pengamatan Eko pihak kepolisian menyita 36 dus berisi vaksin palsu. Beberapa dus sudah dalam keadaan rusak seperti bekas gigita tikus. Pihak kepolisian juga sempat mengintograsi pembantu Rita, untuk mengetahui apakah terlibat dalam pembuatan vaksin palsu, tapi setelah dimintai keterangan akhirnya pembantunya dilepaskan. (dat)

AHM Luncurkan All New Honda PCX Produksi Indonesia

loading...

Feeds