Tinja Dibuang Langsung ke Kali, IPD yang Ada di Kota Bekasi Tidak Bersahabat

Ilustrasi Pencemaran Lingkungan.

Ilustrasi Pencemaran Lingkungan.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Pembuangan tinja perlu mendapat perhatian khusus, karena merupakan satu bahan buangan yang banyak mendatangkan masalah dalam bidang kesehatan. Selain itu juga,  sebagai media bibit penyakit, seperti diare, typhus, muntaber, disentri, cacingan, dan gatal-gatal. Tinja juga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan pada sumber air dan bau busuk serta estetika.

Pemerintah Kota Bekasi, hingga saat ini belum mampu mengolah tinja. Infrastruktur Publik Daerah (IPD) yang ada di Kota Bekasi, dinilai mencemari lingkungan. Sebab, keberadaan toilet yang ada di ruang publik, tinjanya tidak terkelola dengan baik.

Ironisnya, beberapa toilet di ruang publik seperti pasar tradisional, tidak dilengkapi dengan septic tank. Sehingga kotoran yang keluar langsung dialirkan pada saluran air dan mengalir ke kali. Kondisi ini diakui oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Instalansi Pengolahan Limbah Dosmentik (IPLD) Kota Bekasi, Andrea Sucipto.

Dia mengaku, sejumlah toilet di Kota Bekasi khususnya yang berada di ruang publik tanpa ada pengolahan. ”Seharusnya setiap toilet IPD ramah lingkungan, sehingga yang terjadi nantinya dampak kesehatan masyarakat yang terganggu,” ujarnya.

Menurut Andrea, apabila limbah domestik tidak diolah, dampaknya dapat mencemari lingkungan. Kata dia, seperti air tanah kurang baik. “Contoh seluruh pasar tradisional, kondisi untuk air limbah tinjanya sekarang kurang baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Dia mengaku, sebelumnya sudah mengajukan anggaran sebesar Rp5 miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Kota Bekasi 2016, untuk pegadaan alat pengolahan limbah. Namun sayangnya, karena dianggap tidak penting, usulan tersebut di coret.

“Saat ini tertunda terlebih dahulu pembangunannya, tapi pada tahun depan fokus kita adalah memperbaiki,” terangnya.

Sementara itu Kepala Pasar Kranji Juhasan Antos mengakui,  pengolahan tinja yang ada di pasar belum terkelola dengan baik. “Kan kalau di sini hanya ditumpuk di septic tank, tapi kalau sudah penuh disedot melalui mobil dinas,” terangnya.

Terpisah Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Sopandi mengakui, apabila kondisi pengelolaan tinja di lapangan masih perlu diperbaiki, sehingga tidak berdampak pada pencemaran lingkungan.

“Di Kota Bekasi masih jarang septic tank-nya menggunakan sanitasi, terutama di tempat publik. Bahkan, tidak sedikit yang langsung buang ke kali. Namun dalam hal ini menjadi peranan disbangkim melalui IPLD,” jelasnya.

Namun demikian untuk hal ini, pihaknya sudah berkomunikasi dan berkoordinasi terkait pengadaan pembuatan sanitasi. “Kalau kita sifatnya pengawasan dan pengendalian lingkungan supaya tetap baik, namun untuk yang membangun menjadi tugas Disbangkim,” ujarnya. (and)

AHM Luncurkan All New Honda PCX Produksi Indonesia

loading...

Feeds