Rumah Nenek Aneis Longsor Diterjang Sungai Cipamingkis

RAWAN LONGSOR: Warga Kampung Cigoong yang tinggal di bibir Sungai Cipamingkis dihantui kekhawatiran terjadinya longsor.FOTO:RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RAWAN LONGSOR: Warga Kampung Cigoong yang tinggal di bibir Sungai Cipamingkis dihantui kekhawatiran terjadinya longsor.FOTO:RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, CIBARUSAH – Rumah milik Aneis (60) longsor dan terbawa derasnya arus Sungai Cipamingkis, Desa Sirnajati, Cibarusah. Sisi bagian depan dan halaman rumahnya hanyut terbawa arus sungai karena tak kuat menahan derasnya arus sungai.

Yang tersisa dari rumah perempuan paruh baya itu hanya bagian dapurnya saja. Itu pun tidak bisa digunakan karena khawatir akan terjadi longsor kembali ketika Sungai Cipamingkis mendapat kiriman air dari Bogor.

Rumah Aneis longsor pada Senin (17/10/2016) lalu sekitar pukul 19.00.  Selain rumah Aneis, ada empat rumah lainnya yang mengalami nasib serupa di Kampung Cigoong, Desa Sirnajati, Cibarusah. Seluruh rumah itu berdiri di bibir Sungai Cipamingkis.

“Hari itu (Senin, 17/10/2016) habis Magrib hujan besar bangat, kedengeran dari kali air seperti gemuruh dan sangat deras alirannya, saya keluar ada suara jatuh ternyata halaman rumah saya longsor, makanya saya tinggal, selang berapa lama ruang tamu ikut terbawa air juga,” ungkap Aneis.

Menurut Aneis, dari lima rumah yang longsor, hanya rumahnya yang rusak parah. Keempat rumah tetangganya hanya mengalami kerusakan di beberapa bagian rumah.

“Nggak rumah emak aja, ada juga rumah Olis yang dekat rumah emak juga rusak karena longsor tapi yang parah memang rumah emak,” katanya.

Warga Desa Sirnajati yang tinggal di bibir Sungai Cipamingkis selalu merasa khawatir ketika hujan deras, apalagi jika ada kiriman air dari Bogor. Kata Aneis, longsor terjadi hampir setiap tahun saat curah hujan tinggi.

“Awalnya rumah emak jauh dari kali, tapi karena sering longsor rumah yang di depan rumah emak udah hanyut kebawa air,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 03/01, Desa Sirnajati, Mahri, berharap agar pemerintah daerah memperhatikan warga Kampung Cigoong. Karena longsor dipastikan akan terus terjadi dan mengancam keselamatan warga.

“Memang ini kebijakan BBWS tapi pemda bisa membuat turabnya atau kami direlokasi aja karena kalau masih tinggal di sini membahayakan nyawa penduduk,” katanya.

Sepengetahuan Mahri, sudah ada 15 rumah yang menjadi korban longsor di Kampung Cigoong. Sementara saat ini ada lima rumah yang terancam longsor jika hujan deras.

“Kalau dilihat lokasinya tidak berapa lama lagi juga terbawa air karena longsor karena memang sudah ada di bibir kali,” ungkapnya.

Mahri sudah melaporkan kondisi warga Kampung Cigoong ke pihak Kecamatan Cibarusah. Namun pihak kecamatan hanya melakukan tinjauan tanpa ada tindakan lebih lanjut.
“Kemarin Pak MP (Mantri Polisi) sudah cek dan foto-foto tapi belum ada bantuan ke kita, dan pengennya kita dievakuasi untuk menjaga keselamatan warga,” tuturnya. (dho)


loading...

Feeds

IMBAUAN: Kapolres Sukabumu, AKBP Nasriadi menyampaikan imbauan di hadapan jamaah salat Jumat di Masjid Agung Palabuhanratu.

Polres Sukabumi Siap Dampingi Ulama

Dalam imbauannya, perwira pangkat dua bunga melati emas itu siap memberikan jaminan kepada para ustadz yang akan menjalankan tugasnya sebagai …
Air merendam rumah warga di Kec. Pasaleman yang tingginya hampr menutup rumah. Foto: Bagja/pojokjabar

1.000 KK Korban Banjir Butuh Bantuan

POJOKJABAR.com, CIREBON – Lebih dari 1.000 Kepala Kelurga (KK) di Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon menjadi korban bencana banjir akibat jebolnya …