Anak Bekasi Hilang di Gunung Salak, Hoax

SURAT PERNYATAAN: Pernyataan Ragil Cahyo Trimurti bahwa dirinya tidak hilang saat mendaki Gunung Salak.

SURAT PERNYATAAN: Pernyataan Ragil Cahyo Trimurti bahwa dirinya tidak hilang saat mendaki Gunung Salak.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Kabar mengejutkan datang dari Ragil Cahyo Trimurti. Warga Pondokgede yang dikabarkan hilang saat mendaki di Gunung Salak, Bogor pada Minggu (16/10/2016) itu kemarin diketahui segar bugar. Tim Tagana Kota Bekasi yang langsung melakukan pencarian di Gunung Salak pun membenarkan Ragil sudah kembali ke kediamannya.

Penelusuran Radar Bekasi ke pihak Kelurahan Jaticempaka membenarkan warga Kelurahan Jaticempaka dengan alamat Jalan Setia 1 No 73 RT 09/08 Kelurahan Jaticempaka, Pondokgede, itu diketahui tinggal bersama kedua orang tuanya. Kondisi Ragil sendiri dalam keadaan sehat dan berada di rumahnya. Terkait pesan berantai WA yang mengatakan dirinya hilang di Gunung Salak dianggap kabar bohong.

Ketua Tagana Kota Bekasi Roby Hermawan, mengatakan usai pesan berantai WA booming di masyarakat, pihaknya langsung mengambil tindakan dengan mendatangi lokasi Gunung Salak pada pukul 08.00 WIB, Selasa (18/10/2016). Sesampainya di Gunung Salak tim Tagana ditemui pihak Jagawana bernama Asep yang mengatakan Ragil tidak hilang.

Namun pihaknya membenarkan kalau Ragil sempat melakukan pendakian seorang diri pada Jumat (14/10/2016), tepatnya saat berada di shalter 4. Ragil tidak mengalami mimisan dan tidak sangup melanjutkan perjalanan.

Mengetahui ada pendaki yang sakit, Asep melakukan penjemputan terhadap Ragil. Hari itu juga Ragil dibawa turun dan dipulangkan ke rumahnya di Bekasi.

“Jadi gak bener info itu Ragil hilang di Gunung Salak. Ini saya lagi di Gunung Salak tapi gak ada persiapan pencarian. Jadi menurut info dari Jagawana memang sudah dievakuasi dari hari Jumat. Tapi tidak pernah dinyatakan hilang, tidak tersesat bang. Cuma mimisan dan tidak sanggup malanjutkan di seputaran shalter 4.  Kemudian dijemput turun sama petugas (Kang Asep),” cerita Roby.

Roby melanjutkan pihak Jagawana tidak pernah menyatakan Ragil tersesat dan hilang di Gunung Salak karena sejak Jumat Ragil sudah kembali ke rumahnya. Tapi karena info yang beredar di WA menyatakan Ragil hilang di gunung, akhirnya Ragil membuat surat yang menyatakan dirinya dalam keadaan sehat dan berada di rumahnya.

“Langsung pulang ke Bekasi. Alhamdulillah sehat dan membuat pernyataan tidak hilang,” ujar Roby.

Seperti diketahui, pada Minggu (16/10/2016) beredar pesan berantai WhatsApp (WA) yang menyatakan pendaki gunung asal Kota Bekasi Ragil Cahyo Trimurti, hilang di Gunung Salak, Bogor Jawa Barat.

Pesan berantai WA itu berbunyi, Telah Hilang Pendaki Gunung Salak asal Bekasi Jawa barat.  Dengan Rincian sebagai berikut: Nama Ragil Cahyo Trimurti. Alamat Jaticempaka, Pondokgede, Bekasi. Pos masuk Cidahu, Sukabumi Jawa Barat. Jumlah pendaki hilang 1. Jumlah rombongan (kelompok dari pendaki yang hilang) (tidak ada). Waktu masuk Minggu 16 Oktober pukul 03.25.

Dinyatakan hilang di shalter IV menuju puncak 1 Gunung Salak. Waktu dinyatakan hilang: Minggu 16 Oktober 2016 pukul 14.30. Jam 03.25 Ragil memasuki pos Cidahu dengan izin untuk menemui orang di Javanaspa. Jam 03.50 Ragil mulai melakukan pendakian sendiri. Jam 08.20 Ragil ditemukan tiga pendaki lain di shalter IV sedang dalam keadaan kurang baik (pembuluh darah di hidung pecah) pendaki yang menemukan melakukan penanganan di tempat. Ragil menolak untuk dievakuasi dan tetap ingin melanjutkan perjalanan.

Jam 08.40 ketiga pendaki meninggalkan ragil di atas untuk mencari bantuan. Jam 09.40 tim rescue menerima kabar tersebut.  Jam 09.45 tim berangkat untuk menjemput  Jam 10.50 tim sampai di lokasi namun ragil tidak ada di lokasi. Tim melakukan penyisiran di setiap jalur dan camp area hingga jam 14.00 namun tidak ditemukan. Jam 14.30 Ragil dinyatakan hilang oleh regu pencari.

Terpisah, Lurah Jaticempaka Asep M, membenarkan Ragil merupakan warganya. Namun terkait hilangnya Ragil pihaknya sudah mengonfirmasi pihak keluarga Ragil yang menyatakan Ragil tidak hilang di gunung. Terkait pesan berantai di WA pihaknya berharap masyarakat seharusnya mengkroscek infomasi sekecil apapun apalagi menyangkut nyawa seseorang tentang kebenarannya.

“Yah harusnya dikroscek dulu kebenarannya. Ini kan menyangkut nyawa seseorang jadi gak bikin panik keluarganya,” pungkas Asep. (dat)


loading...

Feeds