Sejumlah Sekolah di Kabupaten Bekasi Butuh 34 Ribu Bangku dan Kursi

DEPROK: Murid kelas 2 SDN Karangsatu, Kecamatan Karangbahagia belajar di lantai karena tidak memiliki kursi dan meja. Hampir dua tahun murid-murid di sekolah ini belajar di lantai.FOTO:RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

DEPROK: Murid kelas 2 SDN Karangsatu, Kecamatan Karangbahagia belajar di lantai karena tidak memiliki kursi dan meja. Hampir dua tahun murid-murid di sekolah ini belajar di lantai.FOTO:RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Sebanyak 34 ribu kebutuhan bangku dan meja sekolah belum terpenuhi di sejumlah sekolah. Akibatnya, masih ada siswa yang terpaksa menjalani proses kegiatan belajar mengajar di lantai.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Anden, mengatakan sebenarnya pemerintah sudah mengalokasikan anggaran pengadaan kursi dan meja sekolah. Sayangnya anggaran tersebut tidak terserap.

“Kita sudah tanya, mengapa bangku dan meja tidak ada di sekolah. Ternyata anggaran tidak terserap dari pihak ketiga. Sehingga banyak sekolah yang belum memiliki bangku dan meja,” katanya.

Menurut dia, sekolah yang tidak memiliki kursi dan meja karena sejumlah alasan, seperti adanya Unit Sekolah Baru (USB), penambahan kelas, dan perbaikan bangunan.

“Saya akan dorong itu (pengadaan kursi dan meja), bahwa di 2017 ini ada bidang yang baru, Bidang Data Sarana Prasana dan Peningkatan Umum. Sehingga saya tidak mau dengar lagi anak-anak ini ngedeprok,” ucapnya.

Senada, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, mengatakan tiap tahun pemerintah selalu melakukan pelelangan meubelair untuk Sekolah Dasar (SD). Dari hasil lelang sudah ada pemenangnya, namun pihak ketiga tidak mengirimkan bangku dan kursi sekolah.

“Hingga akhirnya anggaran pengadaan meubelair tidak bisa diserap sebagaimana kebutuhan. Untuk bidang SD tahun 2016 ada anggaran meubelair sekitar Rp10,6 miliar yang tidak terserap,” ujarnya seraya mengatakan pada 2017 mendatang pengadaan meubelair menggunakan metode E-Catalog. (neo)


loading...

Feeds