Kelangkaan Obat di RSUD Kota Bekasi Disengaja?

Ilustrasi Obat Obatan.

Ilustrasi Obat Obatan.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Kelangkaan obat di RSUD Kota Bekasi, bukan hanya sekali terjadi. Sebelumnya juga pernah terjadi kelangkaan obat. Akibatnya, banyak pasien yang harus pindah rumah sakit ketika menjalani pengobatan.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat Kota Bekasi beranggapan, kelangkaan obat terjadi karena ada kesengajaan. ”Ini kan rumah sakit milik pemerintah, masa bisa terjadi kehabisan obat. Ini pasti ada mafia atau oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut,” kata salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Arenjaya, Ivan Akuba.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi tentunya sudah menyiapkan anggaran pengadaan obat dalam satu tahun melalui APBD. Namun jika terjadi kelangkaan, menurutnya ada oknum yang sengaja mencari keuntungan pribadi.

Kondisi ini juga diamini oleh Dewan pengawas RSUD Kota Bekasi, Dadang Hidayat. Pria yang juga menjabat Asisten Daerah (Asda III) Kota Bekasi ini mengaku, akan menyelidiki masalah tersebut. ”Terkait isu adanya mafia obat di RSUD, kami sedang mendalami sesuai dengan instruksi walikota,” ujarnya.

Dadang  menambahkan, oknum pegawai RSUD Kota Bekasi juga telah melanggar aturan baku, seperti Rencana Belanja yang telah ditentukan sebelumnya. “Ternyata mereka melanggar aturan rencana belanja yang seharusnya,” ujarnya.

Lanjut Dadang, untuk saat ini pihaknya akan melakukan audit dan sistem perencanaan yang dilakukan manajemen RSUD. Pihaknya juga akan memintai keterangan dari sejumlah pegawai  RSUD Kota Bekasi, khususnya penjaga gudang obat.

“Untuk saat ini kita masih berprasangka adanya indikasi permainan kerja sama mafia obat yang melibatkan orang-orang penting yang beraktifitas di RSUD Kota Bekasi. Oleh sebab itu, sekarang kita baru menjalankan perintah. Untuk sementara ini belum terlihat jelas siapa yang bermain,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kota Bekasi Cucu Syamsudin mengaku, perencanaan dalam pengadaan obat-obatan belum  berjalan dengan baik. ”Kita akui kemarin, terjadi kesalahan perencanaan pengadaan sehingga berdampak kekosongan obat,” katanya.

Sebagai PLT Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Cucu menapik adanya oknum pihaknya yang melakukan permainan curang. “Kalau kita saat ini lebih baik bergerak untuk melakukan pengauditan, kita akan runtun kronologisnya. Sehingga bisa terlihat penyebab terjadi kekosongan obat,” bebernya. (and)


loading...

Feeds

KOMPAK: APJ (kiri) saat bersilaturahmi ke Ketua NU Kabupaten Bogor, Romdoni (tengah).

APJ Minta Restu Ketua NU Kabupaten Bogor

POJOKJABAR.com, BOGOR – Bakal calon Bupati Bogor, Alek Johan Purnama (APJ), terus bersilaturahmi terutama kepada para tokoh. Sebelumnya, APJ mengunjungi …