Satpol PP Biarkan Tempat Prostitusi di Cikarang Menjamur?

DIDUGA WAREM: Suasana warung yang diduga sebagai warung remang-remang di Tegaldanas, Cikarang Pusat.FOTO:RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

DIDUGA WAREM: Suasana warung yang diduga sebagai warung remang-remang di Tegaldanas, Cikarang Pusat.FOTO:RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Warung Remang-remang (Warem) dan tempat prostitusi kembali menjamur di sepanjang Jalan Raya Inspeksi Kalimalang, Desa Jayamukti, Cikarang Pusat. Bahkan tempat esek-esek itu berjejer hingga ke Desa Pasirsari, Cikarang Selatan.

Menjamurnya lokasi esek-esek ini seolah dibiarkan oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi. Karena meski jelas-jelas tempat mesum itu kembali beroperasi, namun tidak ada tindakan dari penegak perda. Padahal, pemerintah daerah memiliki perda soal ketertiban umum.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Sahat MBJ Nahor, tak setuju jika dikatakan penertiban hanya menjadi kewenangan instansinya. Menurutnya, kepolisian dan Kodim juga memiliki kewenangan yang sama.

“Jadi kita tidak mau tindakan kita hanya ‘hangat-hangat tahi ayam’, pengennya melakukan secara menyeluruh makanya sedang dirumuskan,” kilahnya.

Menurut Sahat, menjamurnya warem dan tempat prostitusi di Kabupaten Bekasi merupakan efek penggusuran prostitusi Kali Jodo dan beberapa daerah lain di Jakarta. Sehingga, kata dia, banyak PSK yang berpindah ke Kabupaten Bekasi.

“Eksesnya memang ada juga ke Kabupaten Bekasi dan kebanyakan juga eks Kali Jodo dan tempat lain, dan hasil pantauan kita tidak hanya di Kalimalang di Cikarang Barat juga ada,” katanya.

Sahat membantah jika dikatakan menjamurnya warem karena Satpol PP tidak tegas memberantasnya. Kata dia, seharusnya Satpol PP di kecamatan bertindak menertibkan tempat esek-esek.

“Di kita kan terbatas personelnya, makanya yang di kecamatan juga ambil tindakan juga jangan membebankan yang di pemda aja, karena ini kerja bersama,” ujarnya.

Selain Satpol PP di kecamatan, Sahat juga seolah menyalahkan pihak PLN yang dengan mudah memberikan akses listrik ke bangunan liar. Menurutnya, jika tidak ada akses listrik dari PLN, maka bangunan liar dan warem tidak akan berdiri.

“Sekarang lihat saja bangunan liar dengan mudah mendapatkan saluran listrik dari PLN, coba kalau tidak ada mungkin tempat karaoke ilegal juga tidak ada, sehingga mereka tidak bisa menempatinya,” ungkapnya. (dho)


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …