Pekan Depan Angkutan Lingkungan di Kota Bekasi Beroperasi Gratis

SIAP BEROPERASI: Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan uji coba angkutan lingkungan di wilayah Kecamatan Bekasi Timur. Selama uji coba, penumpang tidak dipungut biaya.FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

SIAP BEROPERASI: Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan uji coba angkutan lingkungan di wilayah Kecamatan Bekasi Timur. Selama uji coba, penumpang tidak dipungut biaya.FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Meskipun sempat mendapat penolakan dari masyarakat, namun Pemerintah Kota Bekasi tetap akan menerapkan Angkutan Lingkungan (Angling) berupa kendaraan roda tiga di Kota Bekasi.

Rencananya, kendaraan ini akan di-launcing pada 16 Oktober nanti.  Tahap awal, kendaraan berbahan bakar gas ini akan diperkenalkan kepada masyarakat Kecamatan Bekasi Timur selama 10 hari. Selama masa uji coba tersebut, penumpang tidak dipungut biaya.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bekasi Muhaemin Ali mengatakan, pihaknya memperkenalkan Angling kepada masyarakat untuk menjalankan Permenhub No 32 tahun 2016 tentang penyelenggaraan angkutan lingkungan di kawasan perumahan dan kawasan tertentu di Kota Bekasi.

“Jadi sebelum diberlakukan, kita perkenalan dulu dengan masyarakat, serta mendapatkan pelayan secara gratis selama 10 hari,” terangnya saat ditemui ketika sosialisasi launcing di Kelurahan Bekasijaya, Rabu (12/10/2016) kemarin.

Di tempat sama Ketua Organda Kota Bekasi Hotman Pane mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi  serta memfasilitasi bagi masyarakat yang ingin menjadi driver, dan memiliki kendaraan angling.

“Perkembang kota semakin lama semakin maju, jadi alangkah sangat baik apabila ada angling ada di sekitar masyarakat. Selain itu juga  sangat baik untuk memajukan perekonomian masyarakat dalam bidang transportasi,” katanya.

Dia mengaku, pada masa uji coba tersebut, Angling haya beroperasi di sekitar perumahan Bekasijaya Indah Permai Kecamatan Bekasi Timur. Untuk sopir dalam uji coba, pihaknya akan melibatkan tukang ojek, becak, serta masyarakat yang ingin mencoba berusaha. ”Nanti akan kita libatkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua RW 15 Kelurahanan Bekasijaya, Jamiat kepada Radar Bekasi mengatakan, meskipun dinilai banyak memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat, diharapkan operasional Angling tersebut tidak menimbulkan gesekan antara pengusaha transportasi.

Menurutnya, demi kemajuan kota dan mengembangkan perekonomian masyarakat, keberadaan angling memang dibutuhkan. “Tapi di sinikan kalau ada hal yang baru pastinya harus dipikirkan juga. Misalkan keberadan tukang ojek atau angkot,” tuturnya.

Menurutnya, ketika ada ojek online, para tukang ojek pangkalan merasa tersaingi. Apalagi saat ini hadir Angling. ”Tentunya bakalan terjadi gesekan. Namun karena dalam hal ini pemerintah mempunyai kebijakan dalam penataan angkutan,” terangnya.

Salah seorang warga Kelurahan Bekasijaya, Aji (32) memaparkan keberadaan angling pastinya akan bermanfaat. Kata dia, sebab satu angkutan bisa membawa tiga orang, dan barang banyak juga bisa terangkut. “Kalau ojek kan hanya bisa membawa satu orang,” ujarnya.

Dirinya juga berpendapat pada awal munculnya angling pasti bakalan terjadi gesekan dengan tukang ojek yang merasa rezekinya terganggu. “Gesekan pasti ada, karena dengan adanya ojek online sangat meresahkan mereka, apalagi dengan adanya angling ini, pasti penghasilan ojek pangkalan semakin terkikis,” pendapatnya. (and)


loading...

Feeds

KOMPAK: APJ (kiri) saat bersilaturahmi ke Ketua NU Kabupaten Bogor, Romdoni (tengah).

APJ Minta Restu Ketua NU Kabupaten Bogor

POJOKJABAR.com, BOGOR – Bakal calon Bupati Bogor, Alek Johan Purnama (APJ), terus bersilaturahmi terutama kepada para tokoh. Sebelumnya, APJ mengunjungi …