Menengok Kemampuan Pordasi Kabupaten Bekasi

EMAS: Atler berkuda Jabar asal Kabupaten Bekasi Brayen Brata Coolen turut menyumbang emas PON XIX 2016. FOTOIST/RADAR BEKASI.

EMAS: Atler berkuda Jabar asal Kabupaten Bekasi Brayen Brata Coolen turut menyumbang emas PON XIX 2016. FOTOIST/RADAR BEKASI.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Berkuda Kabupaten Bekasi baru saja menyelesaikan tugasnya dengan baik. Delapan dari sembilan medali yang diraih Jabar berasal dari Kabupaten Bekasi. Hasil tersebut secara tidak langsung menempatkan berkuda Kabupaten Bekasi sebagai raja di ‘tatar pasundan’.

Jabar sendiri finis posisi dua yang memperoleh 2 emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Sementara juara umum direbut DKI Jakarta dengan 4 emas, 4 perak, dan 2 perunggu.

Delapan medali yang diraih atlet berkuda Kabupaten Bekasi, di antaranya adalah medali emas disumbang Yoel Ireno Momongan kelas Dressage Individual. Brayen Brata Coolen dan Meiliane Stephanie Cincin kelas dressage beregu medali emas.

Kemudian Brayen turut menyumbang perak pada nomor trilomba perorangan. Serta lompat beregu pembinaan yang dikomandoi Brayen dan Yoel dengan sekeping perunggu. Disusul Jojo Jonathan kelas trilomba perorangan utama dengan satu perunggu.

Selanjutnya, lompat rintangan beregu dengan satu perunggu yang diraih Brayen, Jojo, Yoel, dan Dadang Suryanta. Terakhir, lompat rintangan individu dicetak Brayen dengan sekeping perak.

Hasil tersebut tidak mengherankan. Sebab, atlet berkuda Kabupaten Bekasi juga motor pada saat turun di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIX 2016. Ditambah, tim berkuda Jabar juga didominasi oleh dua tim besar, yakni Aragon dan BEC. Dua klub ini dibina oleh pelatih yang sama, yakni James Momongan yang juga ayah kandung dari Yoel Momongan. Keduanya menjadi fenomena unik pada pesta multi cabang empat tahunan tersebut.

Sekretaris Umum (Sekum) Pordasi Kabupaten Bekasi, Noviardi Sikumbang mengatakan, kehadiran James dan Yoel menjadi pembeda. Kebetulan, keduanya memiliki jiwa korsa atlet berkuda yang terjaga dengan rapih. “Karena mereka selalu menjadi partner yang kuat,” ujar Noviardi kepada Radar Bekasi di Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi, Rabu (12/10/2016).

Keduanya juga memiliki kendali besar dalam sumbangan medali yang diraih atlet berkuda Kabupaten Bekasi. Namun, hingga pertandingan terakhir mereka harus rela hanya bisa menempati posisi kedua. Karena DKI Jakarta begitu perkasa di puncak perolehan medali.

Walaupun begitu, Noviardi sudah puas. Secara prinsip mereka sudah berusaha semaksimal mungkin. Walapun di nomor eventing dikuasai DKI Jakarta. “Seharusnya emas justru dapatnya perak dan perunggu,” ungkap dia.

Noviardi menambahkan, kualitas mereka sudah komplet. Hanya saja, dewi fortuna tidak memihaknya. “Di hal-hal nonteknis justru menjadi bumerang, utamanya kita tidak memprediksi kuda yang ditunggangi DKI Jakarta,” kata dia. (*)


loading...

Feeds