Tren Baru ‘Memproduksi’ Miras Murahan dengan Rebusan Popok Bayi dan Pembalut

Ilustrasi Pembalut.

Ilustrasi Pembalut.

POJOKJABAR.com, BEKASI – Ada ada saja cara para Anak Baru Gede (ABG) ‘memproduksi’ Minuman Keras (Miras) murahan. Kini, para remaja haus Minuman Beralkohol (Mihol) itu banyak yang meracik mihol berbahan baku rebusan popok bayi.

Konsumsi miras dari rebusan popok itu dianggap lebih murah dan berdampak cukup memabukan. ’’Cukup beli popok Rp4.500. Direbus selama 30 menit, direndam dan didinginkan,’’ cerita Hamdi, remaja berusia 15 tahun.

Dari pengakuannya, efek ngeplay meminum rebusan popok bayi itu serasa meminum mihol dengan efek mabuk hingga empat jam. Dia mengaku terbiasa mengonsumsinya bersama tiga rekannya.

Perilaku menyimpang tersebut diakui Hamdi dilakukan bersama teman-teman sejak setahun lebih. “Udah lama anak-anak minum ini. Biasanya disebut Air Popok (Arpok). Murah bang, punya duit goceng dah bias mabok rame-rame,” ceritanya.

Hamdi melanjutkan, dirinya mengetahui cara meracik minuman dari popok bayi berasal dari mulut ke mulut. Saat dirinya bermain ke tempat temannya di daerah Mustikajaya. Saat itu dirinya disuguhkan miras tapi tidak menyebakan bau mulut.

“Pas minum kok di mulut gak bau. Rasanya juga sama seperti minuman biasa. Paling dua gelas juga udah ngeplay,’’ ungkap Hamdi.

Hamdi mengaku untuk menambah rasa minuman racikannya, dirinya selalu menambahkan dengan minuman bersoda sehingga ada rasa manisnya. Tapi bila tidak dicampur rasa air rebusan popok bayi tersebut akan sangat pahit. Selain itu, popok bayi mudah didapat karena di warung-warung banyak yang menjual popok bayi dengan harga satuan. Sementara penjual popok bayi tidak pernah merasa curiga kepada Hamdi yang selalu membeli popok bayi. Sebab popok bayi bukanlah barang yang dilarang.

“Biar enak rasanya dicampur dengan minuman bersoda biar ada rasanya. Kalau gak dicampur pahit banget gak enak. Kalau mau beli popok bayi ya di warung banyak yang jual satuan,” tutur Hamdi lagi.

Selain popok bayi, rebusan pembalut wanita pun sama efeknya dengan Arpok. Dirinya pun beberapa kali membeli pembalut wanita sebagai penganti popok bayi bila di warung stoknya sedang habis.

“Pakai pembalut wanita juga bisa kok, pernah beberapa kali pakai itu pas beli popok habis di warung, bahannya kan sama kayak popok, tapi lebih enakan popok sih rasanya,” pungkasnya.

Penelusuran Radar Bekasi popok bayi dan pembalut wanita mengandung bahan klorin yang merupakan bahan kimia sebagai bahan pemutih. Penggunaan klorin hanya bisa dipakai untuk produksi bahan yang terbuat dari kain maupun kertas dan sangat dilarang pengunaannya untuk konsumsi makanan dan minuman. Efek memabokan air rebusan popok bayi dan pembalut wanita berasal dari bahan kimia klorin, yang larut dengan air setelah dilakukan perebusan. (dat)


loading...

Feeds

KOMPAK: APJ (kiri) saat bersilaturahmi ke Ketua NU Kabupaten Bogor, Romdoni (tengah).

APJ Minta Restu Ketua NU Kabupaten Bogor

POJOKJABAR.com, BOGOR – Bakal calon Bupati Bogor, Alek Johan Purnama (APJ), terus bersilaturahmi terutama kepada para tokoh. Sebelumnya, APJ mengunjungi …