Hati-hati! Ratusan Restoran di Bekasi Belum Memiliki Sertifikat Laik Sehat

KISRUH RESTORAN: Pelayan tengah melayani konsumen di salah satu restoran di komplek Blue Mall Jalan Chairil Anwar Bekasi Timur Kota Bekasi. Di Kota Bekasi baru terdapat sepuluh restoran yang telah mengurus izin dan kelaikan.FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

KISRUH RESTORAN: Pelayan tengah melayani konsumen di salah satu restoran di komplek Blue Mall Jalan Chairil Anwar Bekasi Timur Kota Bekasi. Di Kota Bekasi baru terdapat sepuluh restoran yang telah mengurus izin dan kelaikan.FOTO:ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, BEKASI – Masyarakat Kota Bekasi, diimbau jangan terbius oleh maraknya restoran, rumah makan, ataupun kafe yang kini banyak bermunculan. Pasalnya, ratusan pengusaha kuliner di Kota Bekasi, ternyata belum  memiliki sertifikat laik sehat.

Sertifikat yang seharusnya dimiliki guna meyakinkan konsumen atas kebersihan dan kehalalan produk makanan itu diabaikan. Para pengusaha masih mementingkan keuntungan semata untuk memenuhi target laba perusahaan.

Dalam hal ini, kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dinas terkait yang mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang melakukan pengawasan operasional restoran patut dipertanyakan.
Data yang dihimpun Radar Bekasi, dari 937 restoran yang tersebar di Kota Bekasi, hanya ada 10 yang memiliki Sertifikat Laik Sehat.

Padahal jelas melalui Keputusan Menteri Kesehatan no 1098/menkes/SK/VIII/2003 tentang persyaratan Hygiene Sanitasi rumaha makan, setiap usaha yang bergerak pada bidang makanan dan minuman wajib mengantongi Sertifikat Laik Sehat.

Selain itu Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi juga mengeluarkan surat edaran dari Walikota sudah ada no 443.5/3639/Dinkes tentang sertifikasi Laik Higiene Sanitasi. Namun nyatanya, imbauan tersebut tidak ditindak lanjuti.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dudung mengaku, pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan sanksi. Namun hanya memberikan pembinaan serta mengingatkan pengusaha untuk mengurus Sertifikat Laik Fungsi.

Dia menegaskan, restoran harus memiliki sertifikasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas makanan, produk yang dihasilkan bermanfaat serta terhindar dari penularan penyakit bawaan penyakit, keracunan makanan, kecelakaan, dan pencemaran lingkungan.

“Sebenarnya sudah mensosialisasikan kepada para pengusaha, namun tetap tidak ada yang mengurus,” ujarnya saat ditemui Radar Bekasi di kantornya, Selasa (11/10).

Menurutnya tidak adanya sanksi membuat para pengusaha menjadi malas untuk membuatnya. “Rencananya tahun ini kita bikin perwal, supaya para pengusaha mau untuk mengurus. Demi keselamatan dan kesehatan konsumen atau masyarakat,” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Pengembangan Usaha Jasa Kepariwisataan Disporbudpar Kota Bekasi, Eli Sulailia mengatakan, Sertifikasi Laik sehat tidak menjadikan kewajiban yang harus dilampirkan untuk menerbitkan operasional.

Namun diakuinya, untuk saat ini dari ribuan restoran yang ada di Kota Bekasi, baru terdata yang memiliki izin hanya 235 dan 878 restoran tidak memiliki izin. “Memang sifatnya hanya pembinaan, tidak ada pemberian sanksi, namun kita juga tetap ingatkan supaya mereka pada urus izin,” terangnya.

Terpisah Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bekasi Epi Susanto mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan sidak ke sejumlah restoran di Kota Bekasi. ”Perizinan itu sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada konsumen,” tandasnya. (and)


loading...

Feeds