Aplikasi Dashboard Antisipasi Kecurangan RS di Kabupaten Bekasi

ANTISIPASI KECURANGAN: Rumah sakit swasta dan milik pemerintah daerah akan dipasang aplikasi dashboard informasi soal ada atau tidak adanya tempat tidur untuk pasien rawat inap.FOTO:RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

ANTISIPASI KECURANGAN: Rumah sakit swasta dan milik pemerintah daerah akan dipasang aplikasi dashboard informasi soal ada atau tidak adanya tempat tidur untuk pasien rawat inap.FOTO:RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Beberapa Rumah Sakit (RS) di Kabupaten Bekasi akan dipasang dashboard informasi tempat tidur rawat inap. Rumah sakit yang akan dipasang dashboard tersebut ialah yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Pemasangan dashboard ini untuk memberikan informasi soal keberadaan tempat tidur untuk pasien rawat inap di sejumlah rumah sakit. Sehingga nantinya masyarakat tidak akan lagi mendapat perlakuan yang berbeda ketika membutuhkan pelayanan rawat inap.

Untuk tahap awal, sebanyak 22 rumah sakit akan dipasang dashboard informasi, termasuk rumah sakit milik daerah. Pemasangan dashboard informasi ini secara umum sebagai tranparansi pihak rumah sakit kepada pasien.

“Launching-nya akan dilakukan tanggal 21 Oktober tahun ini, dan dashboard ini akan terkoneksi langsung dengan web milik pemerintah daerah, dengan begitu semua bisa mengaksesnya termasuk pasien,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Alam Syah.

Dijelaskan Alam, setelah dashboard informasi dipasang, nantinya data real time mengenai jumlah kamar yang tersedia di setiap kelas akan ditampilkan di layar seperti running teks. Informasi dan data dari tiap rumah sakit akan terus diperbarui secara otomatis setiap satu menit.

“Jadi lebih mempermudah untuk mengetahuinya, dan berharap semua rumah sakit yang jumlahnya 45 rumah sakit ada itu (dashboard), karena pada launching pertama kita lakukan 22 rumah sakit kemudian menyusul tiga rumah sakit lagi,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum rumah sakit, Dinas Kesehatan akan menyiapkan 10 orang untuk mengawasi dan mengecek informasi di dashboard tiap rumah sakit.

“Meski ini sistem kan bisa saja dimainkan, makanya perlu pengawas untuk mengetahui informasi real time atau tidak dan ada ketersedian atau tidak jangan sampai dimainkan,” tuturnya.

Masih Alam, aplikasi dashboard untuk BPJS Kesehatan sudah banyak dilakukan di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Dan, sebelum diterapkan di Kabupaten Bekasi, Dinas Kesehatan sudah terlebih dulu melakukan studi banding ke beberapa tempat.

“Kemarin kita lihat yang di Rumah Sakit Koja Jakarta Utara, di sana informasinya real time sehingga mudah untuk mengetahui mana yang kosong, apa lagi di kita akan terhubung dengan web Pemda jadi semua rumah sakit bisa dipantau,” ungkapnya. (dho)


loading...

Feeds

BUMD

BUMD Bandung Barat Masuk Catatan Hitam

POJOKJABAR.com, NGAMPRAH – Mangkirnya Direksi BUMD Kabupaten Bandung Barat PT. Perdana Multiguna Sarana (PMgS) menyulut emosi anggota DPRD Bandung Barat …