Suhu Politik Pilkades Picu Perselisihan

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSATU.id, BABELAN – Suhu politik di Desa Huripjaya mulai naik dan memanas. Pasalnya, pada Mei mendatang desa ini akan melangsungkan Pilkades.

Tingginya suhu politik tak dipungkiri bisa memicu perselisihan, terutama antar pendukung calon kepala desa. Hal itu pun dibenarkan oleh Mustofa, tokoh masyarakat Desa Huripjaya.

“Memang benar terkadang ada percekcokan antar pendukung, tapi masalah biasa itu, gak sampai adu otot, saling mengerahkan massa,” ujarnya.

Menurut Mustofa, situasi jelang pelaksanaan Pilkades saat ini, khususnya di Huripjaya, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kata dia, pelaksanaan Pilkades saat ini cenderung memunculkan suhu politik yang tinggi.

“Tapi saya senang dengan Pilkades saat ini, kalau saya lihat, masyarakat sekarang sudah mulai dewasa, gak lagi gampang panas, malah kalau saya lihat lagi ke sini, malah terkesan adem ayem tidak seperti awal-awal,” ungkapnya.

Menurut Mustofa, situasi yang terkendali jelang pesta demokrasi tingkat desa disebabkan karena usaha dan peran dari para tokoh masyarakat setempat. Masing-masing pendukung diberikan pemahaman agar tidak berselisih.

“Teman-teman juga dikasih pemahaman ke pemuda agar berpikir lebih jernih, jangan hanya mengandalkan otot saja dan Alhamdulillah mereka mengerti,” terangnya.

Disinggung soal adanya jual-beli suara atau dukungan ke salah satu calon kepala desa, Mustofa tak menampiknya. Kata dia, warga khususnya pemuda sudah diimbau untuk tidak tergiur dengan pemberian calon kepala desa.

“Praktik seperti itu kita tidak menutup mata juga lah, hanya saja kita bilang ke mereka untuk memilih calon yang memang sesuai hati nurani mereka, jangan mudah tergiur dengan uang seratus dua ratus ribu, jangan sampai gara-gara uang membuat Huripjaya mengalami kemunduran,” ungkapnya. (cr24)

Feeds