Pelaku Pembunuhan Diancam Dibunuh

REKA ULANG : Cara (50) (membawa karung) memeragakan adegan saat ia membuang jasad isterinya yang dibungkus di dalam karung, Selasa (14/4). Ariesant/RADAR BEKASI

REKA ULANG : Cara (50) (membawa karung) memeragakan adegan saat ia membuang jasad isterinya yang dibungkus di dalam karung, Selasa (14/4). Ariesant/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, SUKATANI – Warga Kampung Kranji, RT 01/06, Desa Kertamukti, Cibitung geram dengan Cara (50), pelaku pembunuhan yang sekaligus suami korban, Sini (35). Pasalnya, pelaku tersebut dianggap sudah mencemarkan nama baik daerah dengan tindakan kriminalnya.

Akibat sikap warga itu, rekonstruksi kasus pembunuhan itu pun sempat tertunda. Karena warga setempat mengancam akan membunuh pelaku jika berani menginjakan kakinya di kampung tersebut.

Pihak kepolisian pun akhirnya memutuskan untuk menggelar rekonstruksi di Polsek Sukatani. Keputusan itu diambil lantaran situasi di Kampung Kranji tidak kondusif.

Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan itu, pelaku memerankan 32 adegan. Dimulai ketika pelaku membunuh korban hingga membuangnya ke kali.

Kapolsek Sukatani, AKP Slamet Hartono mengungkapkan, hasil dari rekonstruksi tidak ada perbedaan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pelaku. Cara yang merupakan suami dari korban dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Situasinya tidak kondusif jadi rekonstruksi langsung di tempat pembuangan jenazah korban,” jelasnya.

Saat melakoni adegan demi adegan, pelaku seolah tak menunjukan sikap menyesali perbuatannya. Bahkan pelaku terlihat santai dan tenang ketika membuang karung yang seolah-olah berisikan jasad istrinya.

“Tadi ada 32 adegan yang diperankan mulai dari membunuh sampai membuang mayat,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Kobakrotan RT 01/02, Desa Sukamakmur, Sukakarya dikejutkan dengan penemuan mayat perempuan dalam karung, Kamis (9/4) lalu. Saat ditemukan, mayat tanpa identitas itu terdapat luka bekas jeratan di bagian leher.

Berselang beberapa hari, polisi mengungkap identitas mayat tersebut. Korban diketahui bernama Sini (35), warga Kampung Kranji, RT 01/06, Desa Kertamukti, Cibitung.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan mengunjungi rumah korban. Beberapa hari kemudian, polisi mengamankan Cara (50), suami korban yang diduga sebagai pembunuhnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan yang diperoleh, Cara tega membunuh istrinya karena kesal tidak diberi uang Rp50 ribu untuk mengurus Kartu keluarga (KK). Kekesalan itu pun membuahkan tindakan nekat yang berujung pada kematian istrinya. (mas)

Feeds